Kompas.com - 10/05/2018, 14:25 WIB
Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang. Foto ini diambil pada Rabu (9/5/2018 dan dirilis oleh kantor berita resmi Korea Utara KCNA pada Kamis (10/5/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan markas Partai Buruh Korea Utara, di Pyongyang.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (8/5/2018) mengutus Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Pyongyang, Korea Utara.

Dalam foto yang dirilis pemerintah Korut melalui kantor berita resminya KCNA, Kim Jong Un dan Pompeo tampak tersenyum dan tertawa ketika berjabat tangan.

Tak ada yang tahu pasti, apa yang membuat keduanya tertawa. Namun,ini merupakan lawatan kedua Pompeo ke Pyongyang untuk bertemu langsung dengan Kim Jong Un.

Dalam kunjungan kedua Pompeo ini berlangsung selama 12,5 jam di ibu kota Korut, termasuk pertemuan selama 90 menit dengan Kim.

Baca juga : Trump Tak Ingin Bertemu Kim Jong Un di Zona Demiliterisasi Korea

Pada lawatan pertama Pompeo sekitar satu bulan lalu, dia bertemu dengan Kim Jong Un selama lebih dari 1 jam. Saat itu, dia masih menjabat sebagai direktur CIA.

AFP melaporkan, perjalanan pertama Pompeo ke Korut bertujuan untuk menentukan kerangka pertemuan Trump dan Kim, termasuk agenda, tanggal, lokasi, dan waktu.

Perjalanan kedua ini bertujuan untuk menetapkan bahwa AS tidak akan meringankan sanksi sampai mencapai tujuan denuklirisasi.

Selain itu, dia juga akan menekan Kim untuk membebaskan tiga warga AS yang ditahan.

Dalam kicauannya di Twitter, Trump menyatakan, Pompeo kembali ke AS bersama dengan Kim Hak Song, Kim Sang Duk, dan Kim Dong Chul. Mereka merupakan tiga warga AS yang ditahan Korut.

"Mereka berada dalam kondisi yang sehat. Selain itu, pertemuan dengan Kim Jong Un berlangsung baik. Tanggal dan lokasi sudah ditentukan," kicaunya.

Di antara tiga warga negara AS yang dibebaskan pemerintah Korut, Kim Dong Chul merupakan yang paling lama ditahan.

Pengusaha berusia sekitar 60 tahun tersebut ditangkap pada Oktober 2015. Dia kemudian dijatuhi hukuman 10 tahun kerja paksa atas tuduhan spionase.

Sebelum dibebaskan, ketiganya sempat dipindahkan ke sebuah hotel di Pyongyang, dan mendapat asupan makanan sehat, dan perawatan medis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X