Kompas.com - 07/05/2018, 18:45 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden Perancis Emmanuel Macron berjabat tangan dalam konferensi pers gabungan di Washington Selasa (24/4/2018). Ludovic MARIN/POOL/AFPPresiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Presiden Perancis Emmanuel Macron berjabat tangan dalam konferensi pers gabungan di Washington Selasa (24/4/2018).

PARIS, KOMPAS.com - Presiden Perancis, Emmanuel Macron, menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bisa memicu perang dengan Iran.

Dalam wawancaranya dengan Der Spiegel dikutip Newsweek Minggu (6/5/2018), perang itu bisa terjadi jika Trump memutuskan menarik diri dari kesepakatan nuklir.

Nuklir tersebut diteken pada 2015 oleh Iran dan enam negara; AS, Perancis, Inggris, Rusia, China, dan Jerman di Wina, Austria.

Trump mengancam, dia bakal menarik diri dari kesepakatan nuklir yang habis pada Sabtu mendatang (12/5/2018) tersebut.

Baca juga : Presiden Iran: AS Bakal Menyesal jika Keluar dari Kesepakatan Nuklir

Macron menggunakan analogi presiden 71 tahun tersebut bakal membuka "Kotak Pandora" jika memutuskan keluar dari kesepakatan nuklir Iran.

"Itu berarti perang. Saya yakin, Trump ingin menghindarinya," kata Macron dalam wawancara yang dilakukan Sabtu (5/5/2018) itu.

Saat Mscron mengunjungi AS April lalu, dia mendesak Trump untuk tetap mempertahankan kesepakatan yang dibuat pada 2015 tersebut.

Namun, saat berlangsung diskusi privat, dia mengaku tidak yakin bahwa Trump bakal menerima dan menjalankan nasihatnya.

"Pandangan saya, Trump bakal menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran. Dia melakukannya karena pertimbangan domestik," tutur Macron.

Sementara Duta Besar Inggris untuk AS, Sir Kim Darroch, menyatakan Trump bisa bertahan di kesepakatan 2015 jika negosiasi yang dilakukan Washington dan Teheran membawa perubahan.

Diberitakan CBS, Darroch berujar kalau dia memahami jika Trump dia begitu fokus terhadap aktivitas Iran di Timur Tengah.

"Saya kira, kami mempunyai pemikiran, maupun bahasa yang bakal sesuai dengan apa yang difokuskan Presiden Trump selama ini," kata Darroch.

Lebih lanjut, Trump masih berteka teki keputusan apa yang bakal dia buat. "Banyak orang merasa mereka tahu keputusan saya. Sebelum atau saat 12 Mei, saya bakal memutuskannya," janjinya.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan AS bakal menyesal jika mereka keluar dari kesepakatan nuklir.

Baca juga : PM Israel Klaim Punya Bukti Iran Sembunyikan Senjata Nuklir



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X