Kompas.com - 25/03/2018, 13:20 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Ikon di beberapa negara seperti Sydney Opera House, Menara Eiffel, Marina Bay di Singapura dan Lapangan Merah Moskwa diselimuti kegelapan pada Sabtu (24/3/2018) malam, sebagai bagian dari kampanye global untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak perubahan iklim.

Gerakan Earth Hour, yang dimulai di Australia pada 2007 dan didukung 187 negara. Dengan mematikan lampu pada pukul 20.30 waktu setempat, gerakan ini menjadi yang terbesar di dunia ini untuk perubahan iklim.

"Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melindungi lingkungan dan satwa liar," kata ketua Earth Hour WWF Australia Dermot O'Gorman kepada AFP.

Dengan suhu global yang tercatat mencapai tingkat tertinggi, tema kampanye Earth Hour tahun ini terkait dengan dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati dan spesies tumbuhan erta hewan.

Baca juga : Earth Hour 2018, Penerangan Sejumlah Fasilitas di Bandara Bali Padam

"Lebih dari setengah spesies tumbuhan dan hewan menghadapi kepunahan lokal di beberapa daerah yang paling alami di dunia," ujarnya.

Di Paris, Menara Eiffel menjadi gelap dan Presiden Emmanuel Macron mendesak orang-orang untuk bergabung serta menunjukkan kesediaan untuk bergabung.

Lapangan Merah Moskow juga gelap, sementara bagian Rusia di Stasiun Luar Angkasa Internasional mematikan penerangannya.

Gambar dari seluruh Asia menunjukkan bangunan termasuk Petronas Towers Kuala Lumpur, serta gedung pencakar langit terkenal Hong Kong dan Singapura, bergabung dalam gerakan tersebut.

Gedung Empire State New York memancarkan kilauan samar untuk menandai Earth Hour.

Masyarakat menyalakan lilin dan membentuk simbol 60+ dalam  kampanye lingkungan Earth Hour di Cali, Kolombia, Sabtu (24/3/2018). (AFP/Luis Robayo)

Masyarakat menyalakan lilin dan membentuk simbol 60+ dalam kampanye lingkungan Earth Hour di Cali, Kolombia, Sabtu (24/3/2018). (AFP/Luis Robayo)
Listrik di monumen utama Kota Meksiko padam, termasuk monumen Angel of Independence, sementara kota terbesar ketiga di Kolombia, Cali, dipenuhi para aktivis menyalakan lilin untuk membentuk logo "60+".

Di dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, perlunya gerakan nyata untuk menyelamatkan bumi.

"Sumber daya dan ekosistem di seluruh dunia sedang diserang. Earth Hour merupakan kesempatan untuk menunjukkan tekad kita untuk berubah," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.