Kompas.com - 20/03/2018, 10:51 WIB
Kapal pengangkut migran Afrika terbalik di perairan Yaman, menyebabkan setidaknya 30 orang tenggelam. AFPKapal pengangkut migran Afrika terbalik di perairan Yaman, menyebabkan setidaknya 30 orang tenggelam.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Bank Dunia merilis laporan terbaru tentang dampak perubahan iklim yang akan memaksa 140 juta orang di dunia untuk pindah dari negaranya pada 2050.

Laporan tersebut meninjau tiga kawasan berkembang di dunia, Afrika sub-sahara, Asia Selatan, dan Amerika Latin.

Bank Dunia menyebut penduduk yang berpindah karena dampak perubahan cuaca dengan julukan migran iklim.

Mereka merupakan orang-orang yang meninggalkan negara mereka akibat kelangkaan air, gagal panen, naiknya permukaan laut, dan badai.

Baca juga : Selain Konflik, Perubahan Iklim Juga Dorong Imigran Datangi Eropa

Sementara, upaya global yang kuat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan perencanaan pembangunan yang baik di setiap negara diyakini dapat mengurangi dampak perubahan iklim secara drastis.

Dengan berbagai kebijakan itu, jumlah migran iklim akan berkurang dari 140 juta penduduk menjadi 40 juta orang pada 2050.

"Kita memiliki kesempatan kecil sekarang untuk mempersiapkan kebijakan untuk menghadapi kenyataan ini, sebelum efek perubahan iklim semakin dalam," kata Kepala Eksekutif Bank Dunia Kristalina Georgieva.

Dampak perubahan iklim kerap memaksa orang pindah dari pedesaan yang kekeringan dan gagal panen, menuju ke kota-kota yang menawarkan banyak peluang.

Selain itu, kota-kota juga perlu merencanakan sebuah kebijakan untuk mengatasi masuknya penduduk yang berpindah dari desa.

Baca juga : Perubahan Iklim Lebih Berdampak Pada Perempuan, Kok Bisa?

"Tanpa perencanaan dan dukungan yang tepat, penduduk yang berpindah dari desa ke kota bisa menghadapi risiko baru dan bahkan lebih berbahaya," kata tim utama penelitian dari Bank Dunia, Kumari Rigaud.

"Kita bisa melihat adanya peningkatan ketegangan dan konflik sebagai akibat dari tekanan pada sumber daya yang langka," tambahnya.

Laporan Bank Dunia merekomendasikan bagi setiap negara untuk membantu mencegah migrasi iklim skala luas dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan perencanaan pembangunan bagi kaum migrasi iklim, dan berinvestasi mengelola data untuk mempelajari tren migrasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber VOA News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.