Total Korban Tewas Gempa Magnitudo 7,5 di Papua Niugini Capai 125 Jiwa

Kompas.com - 14/03/2018, 14:01 WIB
Gempa magnitudo 7,5 mengguncang Papua Niugini pada Senin (26/2/2018). Pihak berwenang sedang mengirim tim untuk meninjau kerusakan akibat gempa tersebut. (Baundo Mereh via Storyful via ABC.net.au) Gempa magnitudo 7,5 mengguncang Papua Niugini pada Senin (26/2/2018). Pihak berwenang sedang mengirim tim untuk meninjau kerusakan akibat gempa tersebut. (Baundo Mereh via Storyful via ABC.net.au)

PORT MORESBY, KOMPAS.com - Pemerintah Papua Niugini merilis total korban tewas gempa magnitudo 7,5 yang terjadi pada 26 Februari lalu, mencapai 125 jiwa.

Dilansir dari AFP, Rabu (14/3/2018), gempa tersebut mengguncang pegunungan pedalaman yang menyebabkan rumah-rumah hancur dan tanah longsor, sehingga sulit mencapai lokasi yang terisolasi.

Pekan lalu, pemerintah memperkirakan lebih dari 100 orang telah tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat gempa.

"Dari sejumlah laporan yang kami terima dari pusat komando, 45 orang tewas di Southern Highlands dan 80 orang di Provinsi Hela terkonfirmasi telah meninggal," kata pemerintah Papua Niugini dalam pernyataan.


Baca juga : Korban Gempa Magnitudo 7,5 di Papua Niugini Lebih dari 100 Orang

Masih ada 15.000 orang di Southern Highlands dan 20.000 warga di Hela yang harus mengungsi.

Bantuan juga telah dampai ke daerah terpencil, di mana masalah kesehatan masyarakat harus segera ditangani. Dokter mengatakan, penyakit yang diderita sejumlah warga dikhawatirkan dapat membunuh mereka.

"Penyakit ditularkan melalui makanan dan air yang bisa menyebabkan kematian, jika kita tidak segera menangani masalah ini," kata Sam Yockopua, kepala pengobatan darurat Kementerian Kesehatan.

Dia mencontohkan, salah satu area yang dikunjungi petugas kesehatan terdapat 80 orang korban luka akibat gempa, sementara lebih dari 100 orang lainnya harus ditangani karena penyakit yang ditularkan dari makanan dan air," ucapnya.

Baca juga : Korban Tewas Gempa Magnitudo 7,5 di Papua Niugini Capai 67 Orang

Perdana Menteri Papua Noiugini Peter O'Neill mengatakan, dokter dari Australia telah direkrut untuk membantu menangani krisis tersebut.

"Dalam beberapa hari atau pekan ke depan, penyakit yang ditularkan melalui air akan mempengaruhi populasi dan daerah terdampak gempa," katanya.

Gempa bumi umum terjadi di Papua Niugini. Negara ini berada di Cincin Api Pasifik, sebuah wilayah dengan aktivitas seismik karena adanya gesekatan antara lempek tektonik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X