Mugabe Dikabarkan Minta Uang Pensiunnya Dibayar Tunai

Kompas.com - 12/03/2018, 19:29 WIB
Dalam foto yang diambil pada 2004 ini, terlihat Presiden Zimbabwe Robert Mugabe berbicara dengan Emmerson Mnangagwan yang saat itu baru menjadi kandidat wakil presiden. STR/AFPDalam foto yang diambil pada 2004 ini, terlihat Presiden Zimbabwe Robert Mugabe berbicara dengan Emmerson Mnangagwan yang saat itu baru menjadi kandidat wakil presiden.

HARARE, KOMPAS.com - Krisis ekonomi yang menimpa Zimbabwe membuat bank sentral di sana tidak mampu untuk menyediakan uang yang cukup untuk diedarkan ke publik.

Jika butuh uang untuk membayar sesuatu, masyarakat harus mengantri dengan sabar di loket bank.

Namun, kesulitan ekonomi tersebut nampaknya tidak berlaku bagi mantan presiden Robert Mugabe. Dia meminta agar uang pensiunnya dibayar secara tunai.

Diwartakan News24 Senin (12/3/2018), beredar sebuah surat yang dibuat Ketua Komisi Layanan Publik Mariyawanda Nzuwah kepada Direktur Bank Sentral Zimbabwe, John Mangudya.

Dalam suratnya, Nzuwah meminta kepada Mangudya agar menyediakan dua jenis pembayaran. Pertama sebesar 467.200 dolar AS, sekitar Rp 6,4 miliar.

Baca juga : Ketika Media Zimbabwe Berhenti Gunakan Kata Kamerad ke Mugabe

Nominal tersebut diperuntukkan sebagai kesepakatan pensiun kepada mantan presiden berusia 94 tahun tersebut.

Kemudian pembayaran kedua sebesar 13.333, atau Rp 183,6 juta, gaji sebagai mantan presiden yang harus dibayarkan setiap bulan.

"Mantan presiden meminta agar jumlah yang sama bisa terus dibayarkan dalam bentuk tunai," kata Nzuwah dalam suratnya.

Praktis, surat yang bocor tersebut langsung memantik kemarahan warga Zimbabwe.

Selain itu, semasa menjabat sebagai presiden, Mugabe juga menerima 20.000 dolar AS, atau Rp 275,4 juta, per bulan dalam bentuk tunai.

Praktis, surat yang bocor itu menimbulkan kemarahan publik Zimbabwe. Sebabnya, Mugabe pernah gencar memperkenalkan sistem pembayaran menggunakan debit.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber News24
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X