Korut: Kami Bakal Mempertahankan Senjata Nuklir Kami

Kompas.com - 07/03/2018, 11:45 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan), berjabat tangan dengan Kepala Keamanan Nasional Korea Selatan yang bertindak sebagai ketua delegasi, Chung Eui Yong di Pyongyang Senin (5/3/2018). Kim memegang sebuah dokumen yang disinyalir berisi permintaan Presiden Moon Jae In untuk mengadakan Konferensi Antar-Korea. AFP/HandoutPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan), berjabat tangan dengan Kepala Keamanan Nasional Korea Selatan yang bertindak sebagai ketua delegasi, Chung Eui Yong di Pyongyang Senin (5/3/2018). Kim memegang sebuah dokumen yang disinyalir berisi permintaan Presiden Moon Jae In untuk mengadakan Konferensi Antar-Korea.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara (Korut) tidak akan menyerahkan program senjata nuklir mereka kepada Amerika Serikat ( AS).

Pernyataan tersebut dilontarkan surat kabar yang dikelola negara komunis itu, Rodong Sinmun, seperti dilansir Korea Joong Ang Daily Rabu (7/3/2018).

Editorial itu muncul pasca-konferensi pers yang dilakukan pemimpin delegasi Korea Selatan (Korsel), Chung Eui Yong (6/3/2018).

Chung berkata, dari hasil kunjungannya ke Korut, Pemimpin Korut Kim Jong Un mengaku siap untuk berdialog dengan AS.

Kim bahkan menyatakan siap untuk melakukan denuklirisasi sebagai wujud permintaan terakhir ayahnya, Kim Jong Il.

Baca juga : Korsel dan Korut Bakal Gelar Konferensi Tingkat Tinggi April

Denuklirisasi merupakan prasyarat yang diminta oleh AS sebelum kedua negara bertemu di meja perundingan.

Dalam ulasannya, Rodong menuturkan kalau sejak awal Korut tidak pernah meminta-minta untuk bisa mengadakan negosiasi dengan AS.

Negara komunis itu siap untuk mempertahankan senjata nuklir mereka jika AS masih terus menebar ancaman di Semenanjung Korea.

"Program nuklir kami adalah pedang kebenaran melawan kejahatan nuklir yang dilakukan oleh AS," tulis Rodong Sinmun.

Harian itu menuliskan, perdamaian di Semenanjung Korea, atau bahkan kawasan timur laut Asia tergantung dari keberadaan senjata nuklir Korut.

Program nuklir Korut, kata Rodong Sinmun, bertujuan mencegah adanya agresor maupun penghasut perang di kawasan timur Asia.

"Kami tidak pernah berusaha untuk mengancam siapapun," ulas Rodong Sinmun seperti dilansir kantor berita Yonhap.

Senin (5/3/2018), situs 38North mengabarkan kalau terjadi peningkatan aktivitas di fasilitas nuklir Korut di Yongbyon.

Dalam foto satelit seperti yang dilaporkan 38North, Korut ditengarai tengah memproduksi plutonium yang menjadi bahan baku nuklir mereka.

Baca juga : Senyum dan Tawa Kim Jong Un Saat Menyambut Petinggi Korea Selatan



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X