Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/03/2018, 10:05 WIB


CARACAS, KOMPAS.com - Pemerintah Venezuela menyepakati penundaan pemilihan presiden menjadi pada Mei 2018, atau satu bulan dari jadwal yang seharusnya.

Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan, kesepakatan diambil setelah melakukan perundingan beberapa hari dengan anggota oposisi, termasuk beberapa pihak yang menolak berpartisipasi pada pilpres.

Kesepakatan itu juga telah mendapatkan persetujuan dari komisi pemilihan umum dan akan menjadwal ulang pilpres pada paruh kedua Mei 2018.

Para kandidat akan memiliki banyak waktu untuk berkampanye sehingga memungkinkan jutaan warga Venezuela di luar negeri untuk mendaftarkan diri menjadi pemilih.

"Venezuela mengirimkan pesan yang kuat kepada dunia, kami ingin menyelesaikan perbedaan dengan damai, dengan pemungutan suara," kata Rodriguez, seperti dilansir dari The Washington Post, Kamis (1/3/3018).

Baca juga : Ekonomi Memburuk, Banyak Hewan di Kebun Binatang Venezuela Kelaparan

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh tiga partai kecil yang memutuskan berkoalisi dengan Persatuan Demokrasi untuk melakukan boikot pilpres.

Mereka juga memberikan dukungan terhadap pencalonan independen Henri Falcon. Sejauh ini, Falcon menjadi penantang terkuat presiden Nicolas Maduro yang juga maju dalam pilpres 2018.

VOA News melaporkan, keputusan penundaan pilpres ditafsirkan sebagai upaya menggerakkan koalisi oposisi yang terbagi agar menghadapi kekacauan.

Baca juga : Perusahaan di Venezuela Ini Beri Gaji dan Telur ke Pegawainya

Hal ini terjadi di tengah krisis ekonomi dan politik yang memburuk di Venezuela. Banyak orang yang mengalami kekurangan gizi dan menyebabkan ratusan ribu orang melarikan diri dari negara tersebut.

Sementara, Amerika Serikat telah memberi sanksi kepada puluhan pejabat tinggi, termasuk Maduro. Penundaan pilpres juga disebut sebagai reaksi atas kemungkinan banyak sanksi lagi yang akan diberikan oleh AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com