Nyatakan Cinta ke Penumpang di Bawah Umur, Sopir Taksi Dideportasi

Kompas.com - 24/02/2018, 15:19 WIB
Ilustrasi sopir taksi. THINKSTOCKIlustrasi sopir taksi.

DUBAI, KOMPAS.com - Seorang sopir taksi didakwa bersalah telah menggoda dan melecehkan gadis di bawah umur yang menjadi penumpangnya. Tak hanya dikenai denda, sopir asal Pakistan itu juga dideportasi.

Diberitakan Gulf News, seorang pria berusia 40 tahun asal Pakistan yang berprofesi sebagai sopir taksi di Dubai, Uni Emirat Arab, dilaporkan ke polisi oleh gadis 16 tahun yang telah menjadi penumpangnya selama tiga minggu.

Gadis itu menumpang taksi pria tersebut dalam perjalanan pulang pergi ke sekolah. Namun pada satu hari, saat dia diantar pulang dari pesta teman sekolahnya di Sharjah, pria itu mengejutkannya dengan menyatakan perasaan.

Baca juga: Sudah 2 Tahun, Sopir Taksi Ini Antar Pria Tua ke RS Tanpa Biaya

"Satu hari saya memintanya mengantar saya ke pesta seorang teman di Sharjah, lalu saat mengantarkan saya pulang, dia menyatakan perasaannya pada saya dan memegang tangan saya," kata gadis asal AS itu.

"Dia mengatakan suka pada saya. Saat saya menarik tangan saya, cincin saya terlepas dan tertinggal di tanganya. Saya bergegas keluar dari taksinya dan masuk ke dalam rumah."

"Setelah hari itu, dia selalu mengganggu saya dengan pesan-pesan mesra di Whatsapp," tambahnya.

Diungkapkan gadis itu, sopir taksi tersebut juga berkali-kali mengirim pesan meminta izin untuk datang ke rumah sehingga dia bisa menciumnya.

"Saya sudah menjawab tidak tertarik menjadi kekasihnya dan memintanya berhenti mengganggu saya," kata gadis itu.

Dalam persidangan pada Selasa (20/2/2018), Pengadilan Negeri Utama di Dubai menyatakan sopir berusia 40 tahun itu telah bersalah melakukan pelecehan dan menyakiti gadis itu.

Berdasarkan kemurahan hati, Hakim Mohammad Jamal hanya menjatuhkan sanksi denda sebesar 1.000 dirham (sekitar Rp 3,7 juta), setelah terdakwa mendapat pengampunan dari korban.

Baca juga: Naik Taksi Lewati Tiga Negara, Pria Ini Harus Bayar Rp 29 Juta

Selain denda, hakim Jamal juga menjatuhi hukuman deportasi kepada terdakwa. Namun terdakwa masih dapat mengajukan banding dalam waktu 15 hari setelah sidang putusan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X