Ada Bungker Era Perang Dunia II Tersembunyi di Bawah Stasiun Kereta di Paris

Kompas.com - 15/02/2018, 15:02 WIB
Sebuah ruangan bawah tanah yang dibangun sebelum era Perang Dunia II tersembunyi di bawah stasiun kereta Gare de lEst di Paris, Perancis. AFP/PHILIPPE LOPEZSebuah ruangan bawah tanah yang dibangun sebelum era Perang Dunia II tersembunyi di bawah stasiun kereta Gare de lEst di Paris, Perancis.

PARIS, KOMPAS.com — Sebuah bungker atau ruangan bawah tanah dari era Perang Dunia II tersembunyi di bawah stasiun kereta api di Paris, Perancis. Bungker yang ada di Stasiun Gare de l'Est itu menjadi satu-satunya yang tersisa.

Dibangun beberapa tahun sebelum meletusnya Perang Dunia II, ruangan bawah tanah tersebut awalnya disiapkan sebagai ruang penyimpanan koper. Namun, saat perang terjadi, fungsi bungker itu pun berubah.

Sejarawan kereta api Perancis, Clive Lamming, mengatakan, bungker tersebut sempat dirombak pada 1939 untuk menambah tempat berlindung saat terjadi serangan udara sehingga petugas dapat tetap mengatur kereta api menuju Jerman.

Baca juga: Penemuan Bom Perang Dunia II di Sungai Thames, Bandara London Ditutup

Bungker tersebut juga dibuat kedap udara dengan pintu beton yang sangat tebal untuk mencegah serangan gas beracun.

"Kita ingat apa yang terjadi pada Perang Dunia I dan membuat tempat kedap udara ini sangat dibutuhkan," kata Lamming kepada AFP.

Sejarawan kereta api Perancis, Clive Lamming menunjukkan peralatan yang terpasang di ruang bawah tanah.AFP/PHILIPPE LOPEZ Sejarawan kereta api Perancis, Clive Lamming menunjukkan peralatan yang terpasang di ruang bawah tanah.

Dijelaskan Lamming, bungker tersebut memiliki langit-langit beton setebal 3 meter. Ruangan bawah dengan luas 120 meter persegi itu disiapkan mampu menampung hingga 70 orang.

Meski demikian, hingga berakhirnya PD II, bungker tersebut tidak pernah benar-benar digunakan untuk tempat berlindung karena serangan udara tidak sampai mendekati Paris, pun demikian dengan serangan gas beracun.

Baca juga: Terperangkap di Bungker Nuklir Zaman Soviet, Semut-semut Ini Tetap Hidup

Saat kekalahan Perancis pada 1940 dan kependudukan Nazi, bungker tersebut turut dikuasai dan meninggalkan sejumlah penanda dalam bahasa Jerman, seperti papan penanda jalan keluar bertuliskan "Notausgang".

Menurut Lamming, bungker tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan belum sepenuhnya selesai.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X