Kompas.com - 07/02/2018, 17:18 WIB

MANILA, KOMPAS.com - Pemerintah Filipina telah membeli belasan unit helikopter dari Kanada untuk menambah kekuatan militernya dalam melawan ancaman teroris dan juga pemberontak.

Departemen Pertahanan Filipina telah sepakat membeli 16 unit helikopter jenis Bell 412 EPI dari perusahaan komersial Kanada yang dikelola pemerintah dengan total senilai 12 miliar peso (sekitar Rp 3,1 triliun).

Kesepakatan termasuk pengiriman yang akan dimulai dalam jangka waktu sembilan bulan ke depan.

"Ini adalah pesawat multiguna yang dapat digunakan untuk misi anti-terorisme maupun operasi tanggap bencara dan kemanusiaan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Filipina Arsenio Andolong dikutip AFP, Rabu (7/2/2018).

Baca juga: Seorang Pria Ditangkap karena Sembunyikan Buronan Penyelundup Senjata dari Filipina

Tentara dan kepolisian Filipina tahun lalu telah menghadapi peperangan melawan teroris di kota Marawi yang berlangsung hingga lima bulan. Saat ini, pemerintah juga masih berperang melawan pemberontak.

Selain ancaman teror, Filipina juga masuk dalam negara yang rawan bencana, salah satunya topan dan badai tropis. Akhir tahun lalu, badai tropis memaksa ribuan warga Filipina mengungsi.

"Helikopter itu akan sangat bermanfaat bagi warga Filipina," kata Duta Besar Kanada John Holmes di laman Facebook, menanggapi perjanjian pembelian helikopter tersebut.

Kesepakatan pembelian dua pemerintahan itu seolah meniadakan ketegangan yang sempat terjadi akibat perbedaan pendapat antara Presiden Duterte dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau soal perang melawan gembong narkoba, tiga bulan lalu.

Baca juga: PT Inka Dapat Pesanan Kereta dari Filipina

Helikopter jenis Bell bukan barang baru bagi angkatan udara Filipina. Pada 2015, Departemen Pertahanan juga telah membeli delapan unit yang sama, yang kini turut menjadi salah satu helikopter kepresidenan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.