Myanmar Bantah Laporan Adanya Lima Kuburan Massal Rohingya di Rakhine

Kompas.com - 03/02/2018, 16:56 WIB
Foto udara yang diambil pada 27 September 2017 menunjukkan kondisi desa di dekat Maungdaw di utara Rakhine yang terbakar. STR / AFPFoto udara yang diambil pada 27 September 2017 menunjukkan kondisi desa di dekat Maungdaw di utara Rakhine yang terbakar.
|
EditorAgni Vidya Perdana

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Pemerintah Myanmar tegas membantah laporan ditemukannya lima kuburan massal yang berisi jenazah warga Rohingya di Rakhine.

Laporan yang dirilis Associated Press belum lama ini menunjukkan kesaksian dari para pengungsi Rohingya di Bangladesh yang diperkuat bukti rekaman video di telepon seluler milik pengungsi.

Bukti-bukti tersebut mengungkapkan adanya lima kuburan massal yang sebelumnya tidak dilaporkan berada di desa Gu Dar Pyin, Rakhine.

Tim pejabat bersama polisi dan juga penduduk telah melakukan inspeksi ke desa tersebut mendapat hasil yang berbeda.

"Penduduk desa kembali mengulangi pernyataan mereka bahwa mereka tidak pernah mendengar adanya pembantaian di dekat desa mereka," tulis laporan kantor media pemerintah Global New Light of Myanmar dikutip AFP.

Baca juga: Kuburan Massal, Bukti Pembantaian Etnis Rohingya oleh Militer Myanmar

Laporan penemuan kuburan massal tersebut turut memperkuat tuduhan yang ditujukan kepada Myanmar selama ini yang dituduh melakukan pembersihan etnis Rohingya pada Agustus 2017 lalu dan menyebabkan ratusan ribu penduduk Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Myanmar juga telah membantah tuduhan itu dengan mengatakan militer telah mengambil tindakan yang proporsional terhadap pemberontak Rohingya.

Pemerintah hanya mengakui terjadinya betrokan mematikan antara pasukan keamanan Myanmar dengan kelompok militan Rohingya di desa tersebut pada 28 Agustus 2017.

Sebanyak 19 orang yang diklaim Myanmar sebagai teroris telah dimakamkan, namun tidak memberitahukan lokasi maupun kondisi saat pemakaman.

Sementara pemerintah Myanmar telah melarang media maupun penyelidik PBB yang bermaksud melakukan investigasi independen untuk memasuki kawasan konflik.

Juru bicara pemerintah Myanmar tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Baca juga: Psikolog: Anak-anak Rohingya Trauma dan Takut Kembali ke Myanmar



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.