Tolak Rencana Pemulangan, Dua Warga Rohingya Ditahan Polisi Bangladesh

Kompas.com - 24/01/2018, 21:00 WIB
Para pengungsi Rohingya mengantre untuk mendapat bantuan makanan di kamp Kutupalong di Coxs Bazar, Bangladesh. Ed Jones / AFPPara pengungsi Rohingya mengantre untuk mendapat bantuan makanan di kamp Kutupalong di Coxs Bazar, Bangladesh.
|
EditorAgni Vidya Perdana

DHAKA, KOMPAS.com - Otoritas Bangladesh memenjarakan dua warga Rohingya setelah mereka menentang rencana pemulangan para pengungsi ke Myanmar. Polisi juga menginterogasi satu orang lainnya namun langsung dibebaskan.

Dilansir AFP, dua orang Muslim Rohingya, Abdul Jabbar dan Ali Hossain, keduanya berusia 60-an, dijatuhi hukuman pada Selasa (23/1/2018) setelah dituduh menimbulkan keresahan publik.

Seorang pria juga sempat ditahan dan menjalani interogasi karena terlibat aksi memprotes rencana pemulangan.

Namun pria itu langsung dibebaskan Rabu (24/1/2018) siang tanpa denda, namun dengan syarat berjanji tidak akan kembali terlibat dalam kegiatan anti-pemerintah atau memicu demonstrasi lebih lanjut.

Baca juga: Rohingya Prioritaskan 3 Hal Ini Sebelum Kembali ke Myanmar

Pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menyepakati rencana pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya dan menargetkan akan selesai dalam dua tahun.

Namun rencana tersebut ditentang para pengungsi karena khawatir akan nasib mereka setelah kembali ke Rakhine, mengingat para pengungsi melarikan diri dari kekejaman yang dilakukan militer Myanmar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pengungsi Rohingya memasang spanduk, meneriakkan slogan-slogan dan melakukan demonstrasi di kamp yang berdekatan dengan perbatasan di Cox's Bazar.

Pemerintah Bangladesh berkeras proses pemulangan dilakukan secara sukarela. Namun demikian kepolisian tetap meningkatkan keamanan di kamp-kamp tersebut.

Polisi juga tengah menyelidiki kasus pembunuhan terhadap dua perwakilan Rohingya yang terjadi dalam sepekan.

Media lokal menyebut salah satu korban pembunuhan menjadi target karena mendukung rencana pemulangan tersebut.

Unit Reaksi Cepat Bangladesh mengatakan dua orang Rohingya telah ditangkap dan menyita sebuah pisau di kamp tempat terjadinya pembunuhan.

Baca juga: Pemulangan Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Dipastikan Tertunda



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X