Kompas.com - 16/01/2018, 20:17 WIB
Sekelompok pengungsi Rohingya akan bertemu langsung dengan Paus Fransiskus yang sedang berkunjung ke Bangladesh, Jumat (1/12/2017). AFPSekelompok pengungsi Rohingya akan bertemu langsung dengan Paus Fransiskus yang sedang berkunjung ke Bangladesh, Jumat (1/12/2017).
|
EditorArdi Priyatno Utomo

\COX'S BAZAAR, KOMPAS.com - Etnis minoritas Rohingya mengaku sangsi dengan kesepakatan yang dibuat oleh pemerintah Myanmar dan Bangladesh mengenai pemulangan mereka.

Ketua komunitas pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazaar, Sirajul Mostofa menyatakan belum mengetahui isi kesepakatan kedua negara.

"Yang jelas, sebelum kami kembali ke Myanmar, kami memprioritaskan tiga hal," kata Mostofa seperti dikutip BBC Selasa (16/1/2018).

Pertama, Mostofa meminta agar Myanmar mengakui Rohingya sebagai bagian dari keragaman etnis di Myanmar.

Sejak dihapus status kewarganegaraannya dari Myanmar pada 1982, Rohingya dijuluki sebagai "Bengalis". atau imigran ilegal dari Bangladesh.

Baca juga : Pemulangan Pengungsi Rohingya Disepakati Selesai dalam Dua Tahun

Kedua, Mostofa menuntut agar pemerintah mengembalikan tanah yang dipunyai Rohingya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketiga, kami meminta keamanan kami dijamin oleh internasional. Tanpa tiga hal itu, perkembangan apapun bukan hal baik bagi kami," terang Mostofa.

Sebelumnya, kedua negara menyepakati pemulangan Rohingya bakal rampung dalam jangka waktu dua tahun.

Namun, kesepakatan tersebut hanya berlaku untuk pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Myanmar akibat kasus kekerasan yang terjadi sejak Agustus 2017.

Dengan kata lain, tidak untuk pengungsi Rohingya yang tinggal di Bangladesh sebelumnya, yang diperkirakan PBB berjumlah sekitar 200.000 orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X