Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/12/2017, 12:31 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

TEL AVIV, KOMPAS.com - Mereka berpakaian seperti orang Palestina, berbicara dalam bahasa dan aksen Palestina, serta bertingkah laku layaknya orang Palestina.

Ketika terjadi demonstrasi antara warga Palestina dan aparat Israel, wajah mereka yang sering tertutup keffiyeh sering meneriakkan ejekan kepada tentara, dan kadang melempar batu.

Namun, ketika aparat Israel maju, itu menjadi aba-aba mereka untuk mengacungkan pistol dan menembak ke udara, serta bergerak menangkap setiap demonstran Palestina.

Tindakan mereka kemudian memunculkan seruan sebagai sebuah peringatan ke warga Palestina lainnya: Musta'ribeen.

Menyamar sebagai Orang Arab
Dilansir Al Jazeera Senin (18/12/2017), Musta'ribeen, atau mista'arvim dalam bahasa Ibrani, adalah kata dari bahasa Arab musta'rib, atau seseorang yang fasih dalam bahasa serta kebudayaan Arab.

Istilah itu digunakan militer Israel untuk menyebut unit khusus yang bertugas untuk menyusup ke jantung Palestina, atau negara Arab dengan menyamar sebagai orang Arab.

Setiap individu yang masuk sebagai Musta'ribeen menjalani latihan yang keras agar bertindak dan berpikir layaknya orang Palestina.

Baca juga : Tentara Israel yang Menyamar Tangkap Demonstran Palestina

Menurut pakar Israel Antoine Shalhat, misi Musta'ribeen meliputi pengumpulan data intelijen, menangkap pengunjuk rasa Palestina, dan operasi kontra-terorisme.

"Unit pertama dibentuk 1942, jauh sebelum Israel mendeklarasikan diri sebagai negara pada 1948," kata Shalhat.

Unit pertama Musta'ribeen adalah bagian dari Palmach, sebuah divisi pasukan elit yang berada di bawah milisi Haganah, yang kelak menjadi inti pasukan Israel (IDF).

Tidak banyak yang bisa digali dari unit ini, lanjut Shalhat.

Sebab, ketika mereka sudah menyatakan diri tatkala menangkap para pengunjuk rasa, pemerintah langsung membubarkan unit itu, dan menggantinya dengan unit baru.

Shalhat melanjutkan, seorang Musta'ribeen harus menguasai bahasa Arab layaknya bahasa ibu mereka.

"Mereka juga mengikuti kursus untuk menyempurnakan dialek Palestina ataupun aksen Arab ketika ditugaskan di tempat spesifik seperti Yaman atau Tunisia," beber Shalhat.

Kursus bahasa itu berlangsung dalam enam bulan. Termasuk bagaimana menguasai tata cara peribadatan seperti berpuasa, atau shalat.

Setiap agen juga diharuskan menguasai teknik penyamaran yang dikondisikan dengan fisik mereka.

Total, untuk bisa menjadi Musta'ribeen hebat, seorang tentara Israel harus menghabiskan latihan hingga 15 bulan.

Termasuk di dalamnya pengintaian, cara berbaur di kerumunan Palestina, hingga latihan menembakkan senjata.

Baca juga : Tentara Israel Tembak Mati Seorang Warga Palestina di Dekat Betlehem

 


Petugas keamanan Israel yang menyamar menahan pengunjuk rasa Palestina saat memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dekat permukiman Yahudi Beit El, Kota Ramallah, Tepi Barat, Rabu (13/12/2017).REUTERS/GORAN TOMASEVIC Petugas keamanan Israel yang menyamar menahan pengunjuk rasa Palestina saat memprotes keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dekat permukiman Yahudi Beit El, Kota Ramallah, Tepi Barat, Rabu (13/12/2017).

Kehadiran Musta'ribeen di Protes Palestina
Jurnalis kantor berita Wafa, Rasha Harzallah yang kebetulan meliput konflik di Ramallah, Tepi Barat, Rabu pekan lalu (13/12/2017), menceritakan kehadiran Musta'ribeen di tengah orang Palestina.

Harzallah berkata, mereka berada di sana pada 10 menit terakhir.

Awalnya, para Musta'ribeen yang berpakaian laksana demonstran Palestina berteriak kepada tentara Israel yang menjaga demo itu sambil sesekali ada yang melemparkan batu.

Namun, tiba-tiba, salah satu agen Musta'ribeen yang menyamar melemparkan granat asap ke arah pengunjuk rasa.

Agen lainnya langsung bergerak cepat mencabut pistol mereka, dan mulai menangkap satu per satu warga Palestina yang dianggap sebagai biang kerusuhan.

"Saya ingat orang di sebelah saya dengan pakaian merah langsung menodongkan senjata kepada saya dan fotografer seraya berkata 'jangan mendekat!'," ujar Harzallah.

Baca juga : Mahkamah Agung Israel Perintahkan Kembalikan Jenazah Warga Palestina

Bagaimana Cara Mengenali Mereka?
Harzallah menjelaskan, jika tentara Israel tetap bergeming ketika demonstran Palestina melempar batu, hal itu bakal memunculkan kecurigaan di setiap demonstran tersebut.

Dalam pengalaman warga Palestina yang sering ikut demo, lanjut Harzallah, jika tentara Israel berhenti menembakkan gas air mata atau peluru karet, berarti kemungkinan terburuk Musta'ribeen telah hadir di antara mereka.

Orang Palestina kini belajar, dan waspada akan kehadiran Musta'ribeen.

Salah satu cara membedakan Musta'ribeen dengan warga sipil Palestina terletak di kaos warga Palestina yang diselipkan di antara ikat pinggang.

Dengan demikian, jika ada kaos pengunjuk rasa yang tidak terselip, berarti dia adalah Musta'ribeen yang membawa senjata.

Selain itu, di setiap demonstrasi, terdapat koordinator yang bertugas memonitor aktivitas mencurigakan selama unjuk rasa berlangsung.

Koordinator itu bakal langsung bergerak cepat ketika melihat ada sekelompok orang yang sengaja mendekatkan demonstran lebih dekat dengan militer Israel.

Sebab, jika dibiarkan, demonstran itu berada dalam jarak tangkap tentara dan Musta'ribeen.

Baca juga : PM Israel Tolak Deklarasi OKI Soal Yerusalem Timur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Al Jazeera
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.