Kompas.com - 15/12/2017, 18:51 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

TEL AVIV, KOMPAS.com - Mahkamah Agung Israel memerintahkan kepada pasukan pertahanan (IDF) untuk menyerahkan jenazah warga Palestina kepada keluarganya.

Dilaporkan The Times of Israel via Russian Today Jumat (15/12/2017), terbaru adalah keputusan militer menahan kelima jenazah yang merupakan anggota milisi Palestina Islamic Jihad.

Mereka tewas setelah Israel meledakkan terowongan di Jalur Gaza pada Oktober.

Israel yang menemukan kelima mayat tersebut, memutuskan tidak mengembalikannya kepada pihak keluarga.

Dalam amar putusannya, mahkamah agung menilai jenazah tidak bisa dijadikan sebagai alat negosiasi.

Baca juga : PM Israel Tolak Deklarasi OKI Soal Yerusalem Timur

"Israel, sebagai negara hukum, tidak boleh menahan jenazah demi tujuan negosiasi dikarenakan belum ada hukum positif yang mengatur tentang hal itu," demikian pernyataan mahkamah agung.

Namun, mahkamah agung tidak melarang praktek yang telah dikecam oleh PBB maupun organisasi kemanusiaan lainnya.

Sebaliknya, mahkamah agung memerintahkan kepada pemerintah agar membuat hukum yang mengatur penanganan jenazah Palestina dalam enam bulan ke depan.

"Jika pemerintah gagal menciptakan hukum, maka jenazah itu harus dikembalikan kepada keluarga yang bersangkutan," ujar mahkamah agung.

Menteri Pariwisata Israel, Yariv Levin, mengaku berang dengan keputusan itu.

"Mereka mendukung para teroris. Keputusan itu merusak kerja keras para penegak keamanan negeri ini," kecam Levin.

Total, sejak 2015, sebagaimana laporan penggiat HAM al-Haq, Israel menahan 161 jenazah Palestina.

Jenazah itu dijadikan alat pertukaran agar Palestina bersedia melepas dua serdadu Israel yang mereka tawan sejak 2014, Hadar Goldin dan Oron Saul.

Baca juga : Tentara Israel yang Menyamar Tangkap Demonstran Palestina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.