Kompas.com - 12/12/2017, 14:57 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

 

NEW YORK, KOMPAS.com - Akayed Ullah, pelaku peledakan bom di terowongan bawah tanah Terminal Bus Pelabuhan Manhattan Senin (11/12/2017), diperiksa oleh aparat New York di Rumah Sakit Bellevue.

Kepada polisi, Ullah yang merupakan imigran asal Bangladesh itu menyatakan sejak awal berniat meledakkan diri di lorong bawah tanah antara terminal bus dan Times Square.

Dilansir New York Post, niat itu timbul ketika dia melihat poster Natal yang dipasang di sana.

Melihat poster itu, Ullah langsung memiliki keinginan untuk mengikuti aksi teror yang dilakukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) saat Natal di Jerman 19 Desember 2016.

Saat itu, seorang anggota ISIS mengemudikan truk ke arah Pasar Natal di Berlin, dan menabrak pejalan kaki.

Baca juga : Pelaku Mengebom Terminal Bus Manhattan untuk Balas Dendam

Aksinya menewaskan 12 orang, dan melukai 56 orang di pasar tersebut.

Si pelaku, seorang pria Tunisia bernama Anis Amri, tewas tertembak oleh polisi Italia ketika berada di Milan 23 Desember 2016.

Selain penabrakan yang dilakukan Amri, ISIS juga kerap meluncurkan poster ancaman bakal melakukan aksi teror saat Natal dan Tahun Baru.

Terakhir, kepolisian Inggris, menyatakan menerima ancaman dari ISIS bahwa mereka bakal menyerang London.

Tidak sekedar menampilkan gambar anggota yang tengah berada di Oxford Street, terdapat juga poster bergambar Ratu Elizabeth dengan pisau berdarah di atasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.