Demi Kuasai Saluran TV, 41 Jurnalis Disandera Houthi di Yaman

Kompas.com - 06/12/2017, 08:36 WIB
Pemberontak Houthi dan pendukungnya menyaksikan pidato pemimpin mereka, Abdul Malik Al Huthi, di layar besar, pada 30 November 2017. (AFP/Mohammed Huwais).
Pemberontak Houthi dan pendukungnya menyaksikan pidato pemimpin mereka, Abdul Malik Al Huthi, di layar besar, pada 30 November 2017. (AFP/Mohammed Huwais).
|
EditorVeronika Yasinta


SANAA, KOMPAS.com - Pemberontak Houthi di Yaman menyandera puluhan jurnalis selama berhari-hari di markas sebuah stasiun televisi, di ibu kota Yaman, Sanaa.

Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (5/12/2017), laporan dari organisasi pemantau media internasional, Reporter Tanpa Batas (RSF), menyebutkan kelompok pemberontak meluncurkan granat roket ke markas saluran televisi Yaman, Al Youm, di Sanaa, pada Sabtu (2/12/2017), sebelum menyerbu gedung stasiun TV itu, dan menyandera 41 karyawan di dalamnya.

Tiga petugas keamanan setempat terluka dalam serangan tersebut. Kepala rubrik Timur Tengah RSF, Alexandra El Kahzen, mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan tersebut, dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap perlindungan jurnalis sesuai dengan Konvensi Jenewa.

"Penyanderaan ini merupakan ciri khas permusuhan di Yaman terhadap wartawan yang sering menjadi sasaran konflik," katanya.

Baca juga : Kematian Saleh Bawa Yaman ke Perang Saudara Baru?

"Kami meminta pemberontak Houthi untuk segera membebaskan jurnalis stasiun TV itu," tambahnya.

Sumber RSF menyebutkan, para jurnalis yang ditawan dipaksa untuk menyerahkan kode akses saluran TV, sehingga memungkinkan Houthi menyiarkan konten mereka sendiri.

Selain itu, ada 13 wartawan dan pekerja media lainnya yang juga masih disandera di Yaman oleh kelompok bersenjata, termasuk oleh pemberontak Houthi dan Al Qaeda.

Yaman berada di peringkat 166 dari 180 negara dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2017 versi RSF.

Baca juga : Houthi: Mantan Presiden Yaman Dibunuh karena Berkhianat

Serangan dan penyanderaan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan, setelah pasukan loyalis mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, yang memutuskan hubungan dengan Houthi, memicu pertempuran senjata dan tembakan di Sanaa.

Sedikitnya 234 orang telah terbunuh, dan lebih dari 400 orang lainnya cedera dalam pertempuran di Sanaa sejak awal bulan ini.

Sementara itu, kendaraan Saleh diserang dan dia ditembak mati. Kematiannya menimbulkan banyak pertanyaan mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya dalam konflik perang selama tiga tahun.

Baca juga : Militer Yaman Diserukan Gabung dengan Milisi Houthi Lawan Arab Saudi

Konflik berdarah di Yaman membuat negara tersebut didera kemiskinan yang menjadikannya sebagai bencana kemanusiaan.

Jutaan orang menghadapi kelaparan, wabah penyakit menyebar di masyarakat dengan 2.000 kematian akibat kolera.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Al Jazeera
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X