Kompas.com - 28/11/2017, 19:02 WIB
|
EditorArdi Priyatno Utomo

"Kami membangun pemerintahan yang berlandaskan pada perdamaian dengan melindungi hak, toleransi, dan memastikan keamanan setiap etnis yang ada," tutur Suu Kyi.

Sebelum bertemu Suu Kyi, Fransiskus berada di ibu kota lama Myanmar, Yangon, untuk bertatap muka dengan panglima militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, Senin (27/11/2017).

Baca juga : Panglima Militer Myanmar: Tidak Ada Diskriminasi Agama

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 15 menit itu, Hlaing meyakinkan Sri Paus operasi militer yang dilakukannya tidak berlandaskan pada diskriminasi agama atau etnis tertentu.

Hlaing berkata, operasi itu untuk membasmi teroris yang berdiam di Rakhine.

Namun, akibat aksi militer yang digelar 25 Agustus, 620.000 orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Lebih lanjut, sebelum bertemu Suu Kyi, Fransiskus terlebih dahulu menyapa pemimpin berbagai agama seperti Islam, Buddha, Baptis, hingga Yahudi.

Mereka berdiskusi seputar persatuan dalam keberagaman. "Paus berbagi doa dan ucapan yang menyejukkan hati," kata Sammy Samuels, perwakilan komunitas Yahudi di Myanmar.

Baca juga : Dorong Penyelesaian Krisis Rohingya, Paus Fransiskus ke Myanmar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.