Pasca-teror Truk, New York Pasang Pembatas Beton di Persimpangan Jalan

Kompas.com - 03/11/2017, 21:17 WIB
Jalanan di Manhattan, New York, di sekitar lokasi terjadinya teror truk masuk ditutup untuk umum. SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPJalanan di Manhattan, New York, di sekitar lokasi terjadinya teror truk masuk ditutup untuk umum.
|
EditorAgni Vidya Perdana

WASHINGTON, KOMPAS.com - Tragedi teror menggunakan truk yang terjadi di kawasan Manhattan, New York, Selasa (31/10/2017), menggerakkan pemerintah kota mengambil tindakan preventif dari kejadian serupa.

Pemerintah kota memutuskan memasang penghalang beton di 48 persimpangan di sepanjang tol sisi barat kota.

Termasuk di jalur sepeda yang letaknya berdekatan.

Teror pada Selasa lalu menewaskan delapan orang setelah sebuah truk menerobos jalur sepeda dan melukai belasan lainnya.

Baca juga: ISIS Klaim Serangan Teror di New York

Dikutip dari New York Post, pemasangan pembatas telah dimulai pada Kamis (2/11/2017), dimulai dari jalan 59 dan bergerak ke selatan.

"Prioritas utama kami adalah demi menjaga keamanan dan keselamatan warga New York," ujar juru bicara Balai kota Ben Sarle.

Dalam konferensi pers yang digelar anggota dewan kota sekaligus Ketua Komite Transportasi Ydanis Rodriguez, meminta agar dipasang pembatas beton di depan sekolah, plaza umum, dan ruang publik lain yang dipenuhi pejalan kaki maupun pesepeda.

"Kita tidak bisa menunggu sampai ada serangan lain," kata Rodriguez yang juga tengah mengusulkan undang-undang keamanan baru.

Menjawab permintaan anggota dewan, Sarle mengatakan perlu untuk melihat setiap situasi secara terpisah.

"Kami mendukung langkah-langkah keamanan tambahan yang diambil. Namun menerapkan satu undang-undang untuk setiap kondisi bukan yang terbaik," kata Sarle.

"Setiap persimpangan memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dan membutuhkan penanganan keamanan yang dinamis," tambahnya.

Baca juga: Donald Trump Kecam Keras Serangan Teror di New York



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X