Jepang Janjikan Bantuan untuk Membangun Kembali Kota Marawi

Kompas.com - 31/10/2017, 13:37 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan PM Jepang Shinzo Abe. Toshifumi KITAMURA / POOL / AFPPresiden Filipina Rodrigo Duterte dan PM Jepang Shinzo Abe.
|
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang, Senin (30/10/2017), mengatakan, siap membantu pemerintah Filipina membangun kembali kota Marawi yang hancur akibat pertempuran melawan kelompok militan.

Selain itu Jepang juga menawarkan bantuan pembangunan infrastruktur lainnnya untuk melawan pengarus China di Asia Tenggara.

Kesiapan Jepang ini disampaikan PM Shinzo Abe dalam jumpa pers bersama Presiden Filipina  Rodrigo Duterte setelah keduanya melakukan pembicaraan di Tokyo.

"Pemerintah Jepang memahami bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi kota Marawi amat penting," demikian PM Abe.


Baca juga : Asa di Balik Puing-puing Kota Mati Marawi

Akibat pertempuran selama lima bulan itu, sebagian besar kota Marawi hancur dan membuat setidaknya 300.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Jepang juga menawarkan bantuan lain mulai dari pembangunan jaringan rel kereta api hingga pertahanan sungai termasuk kemungkinan pinjaman 600 miliar yen untuk membangun jaringan kereta bawah tanah di Manila.

Pertemuan di Tokyo ini juga merupakan kesempatan bagi Abe untuk membicarakan masalah keamanan Asia menjelang pertemuan Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Vietnam pada November.

Jepang, sangat khawatir dengan semakin meningkatnya kekuatan China di Laut China Selatan dan memandang kerja sama dengan Filipina bisa mencegah penyebaran pengaruh China ke Pasifik.

Sementara Duterte, tak seperti pendahulunya Benigno Aquino, amat jarang mengkritik langkah China membangun pulau-pulau buatan di Laut China Selatan.

Baca juga : Inilah Wajah Marawi setelah ISIS Dikalahkan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Trump Pilih Orang yang Makzulkan Bill Clinton sebagai Tim Pengacaranya

Internasional
Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Pemimpin Tertinggi Iran Pimpin Shalat Jumat untuk Pertama Kalinya dalam 8 Tahun

Internasional
Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Bunuh Suami dengan Obat Tetes Mata, Wanita Ini Dipenjara 25 Tahun

Internasional
Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Arab Saudi Bayar Rp 6,8 Triliun untuk Biaya Tempatkan Pasukan AS

Internasional
Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Seorang Pria Hilang, Diduga Tewas Dimakan Babi Peliharaannya

Internasional
Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Seorang Wanita Ditangkap Setelah Bugil di Bandara AS

Internasional
Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Tahan Bantuan untuk Ukraina, Pemerintah AS Langgar Aturan

Internasional
'Ulama' ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

"Ulama" ISIS Berbobot 136 Kg Ditangkap Polisi Irak

Internasional
AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

AS Sebut 11 Orang Tentara Terluka dalam Serangan Iran di 2 Markasnya

Internasional
Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Bocah 9 Tahun Diperkosa dan Dijadikan Budak Seks oleh ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X