Filipina Umumkan Pertempuran Melawan ISIS di Marawi Telah Usai - Kompas.com

Filipina Umumkan Pertempuran Melawan ISIS di Marawi Telah Usai

Agni Vidya Perdana
Kompas.com - 23/10/2017, 15:54 WIB
Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana (kiri) didampingi Kepala Angkatan Bersenjata Eduardo Ano (kanan) usai mengumumkan berakhirnya pertempuran melawan ISIS di Marawi, Senin (23/10/2017).Noel Celis / AFP Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana (kiri) didampingi Kepala Angkatan Bersenjata Eduardo Ano (kanan) usai mengumumkan berakhirnya pertempuran melawan ISIS di Marawi, Senin (23/10/2017).

MANILA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengumumkan pertempuran melawan militan ISIS di kota Marawi telah berakhir.

"Kini kami umumkan berakhirnya segala bentuk operasi pertempuran di Marawi," kata Lorenzana, Senin (23/10/2017).

Lorenzana mengatakan, tidak ada lagi anggota militan, yang diketahui berasal dari kelompok lokal Maute, setelah pertempuran terakhir yang berujung ditemukannya 42 jenazah.

"Mereka adalah kelompok terakhir yang bertahan dari Maute dan mereka ditemukan berada dalam satu gedung. Dan setelah bertempuran berakhir mereka semua habis," Lorenzana menegaskan.

"Semua jenazah dipastikan adalah kelompok teroris. Untuk para tawanan semua berhasil diselamatkan," tambah Lorenzana dikutip dari AFP.

Baca: Duterte Deklarasikan Marawi Sudah Dibebaskan dari Teroris

Sebelumnya, Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan pada Selasa (17/10/2017), kota Marawi sudah terbebas dari pendudukan pasukan ISIS setelah pemimpin mereka Isnilon Hapilon ditembak mati.

Hapilon juga masuk dalam daftar teroris paling dicari pemerintah AS.

Keberhasilan tentara Filipina mengakhiri perang melawan ISIS di Marawi mendapat apresiasi Menteri Pertahanan AS James Mattis.

"Hal pertama yang akan saya lakukan sesampainya di sana adalah memberi selamat pada militer Filipina yang telah berhasil membebaskan Marawi dari teroris," ujarnya sesaat sebelum bertolak ke Filipina.

"Benar-benar perjuangan yang berat di selatan Mindanao. Dan saya merasa militer Filipina telah memberikan pesan yang keras pada teroris," tambahnya.

Pertempuran di Marawi bermula dari serangan ratusan prajurit militan ISIS yang ingin mendirikan kekalifahan Asia Tenggara di kota tersebut pada 23 Mei 2017.

Selama pertempuran berlangsung diperkirakan korban jiwa mencapai 1.000 orang dan 400.000 rumah hancur.

Baca: Tentara Filipina Klaim Rebut Pusat Komando ISIS di Marawi

PenulisAgni Vidya Perdana
EditorErvan Hardoko
SumberAFP
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM