Kompas.com - 01/09/2017, 10:34 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MENUFIA, KOMPAS.com - Pedagang ternak di Pasar Ashmun, sebelah utara Ibu Kota Mesir, Kairo, harus bekerja keras menarik pelanggan yang hendak membeli sapi atau pun domba untuk Idul Adha.

Inflasi yang mencapai rekor tertinggi di negeri itu, membuat warga Mesir kesulitan untuk menjalankan ibadah kurban tahun ini. 

"Tahun lalu ada transaksi yang lebih banyak. Tahun ini, tidak ada yang mau membeli ternak karena kenaikan harga," kata salah seorang pedagang, Mohammed Masoud.

Semua biaya hidup di Mesir melambung tinggi, sejak negara itu mengalami krisis akhir tahun lalu.

Hal itu ditandai dengan anjloknya nilai tukar pound terhadap dollar hingga setengahnya, dan melonjaknya harga bahan bakar minyak. 

Baca: Mesir Temukan Makam Kuno Berusia 2.000 Tahun dari Zaman Romawi

Masoud bercerita, sebelum resesi, harga pakan ternak sekitar 2,5 pound  per satu kilogram. Kini harga pakan itu naik hingga nyaris tiga kali lipat, hingga tujuh pound.

"Anak sapi yang harganya 15.000 pound tahun lalu, sekarang harganya 30.000," kata dia seperti dikutip AFP.

Idul Adha adalah salah satu hari suci dalam kalender Islam, bersamaan dengan puncak ibadah haji yang berlangsung di Mekah, Arab Saudi.

Daging selalu menjadi barang mewah bagi banyak orang di negara yang dilanda kemiskinan, termasuk Mesir.

Pada bulan Juli, inflasi tahunan di Mesir mencapai 34,2 persen.

Angka itu mengikuti serangkaian reformasi penghematan yang terkait dengan utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) senilai 12 miliar dolar AS.

"Bahkan jika orang ingin membeli daging, satu kilogram berharga 130 pound," kata Nasser Abou Kila.

Kila datang ke pasar di Provinsi Menufia setelah menghabiskan waktu dua minggu untuk mencari harga ternak kurban yang terbaik di berbagai tempat. 

Warga terdampak

Pedagang ternak mengaku sangat tidak beruntung tahun ini. Selain inflasi, wabah penyakit mulut dan kuku membuat banyak ternak mati. Harga ternak yang tersisa pun menjadi melambung tinggi.

Tukang daging yang membeli dari pasar besar, seperti yang ada di Ashmun, juga harus memperhitungkan kenaikan harga transportasi.

"Tahun lalu, harga untuk mengangkut ternak ke Kairo 100 sampai 150 pound. Tahun ini harganya 400 pound," kata seorang tukang daging, Said Masoud.

"Tidak bisa dibandingkan dengan Idul Adha terakhir," kata tukang daging lain di Kairo, Hassan.

"Harga satu kilogram daging 85 pound, sekarang 150 sampai 160 pound," kata dia.

Para konsumen pun jelas merasakan dampak resesi ini. 

"Untuk membeli dua kilogram untuk dua hari, anda harus membayar 300 pound, dan itu hanya untuk daging," kata Naglaa Rajab, seorang ibu rumah tangga berusia 30-an tahun.

Sebelumnya, menjelang Idul Adha, Kementerian Pertanian berjanji akan menawarkan sekitar 50.000 ekor ternak dengan harga lebih murah daripada harga pasar. 

Harga yang dijanjikan antara 5-10 pound per kilogram.

"Kami ingin agar setiap warga negara memiliki hak untuk memesan sapi untuk kurban," kata Jurubicara Kementerian Pertanian Hamed Abdel Dayem.

Namun di negara dengan 28 persen dari 93 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan, dan dengan inflasi yang juga berimbas ke kelompok kelas menengah, hanya sedikit sekali orang Mesir yang bisa membeli hewan kurban.

"Siapa yang mengurbankan seekor sapi tahun lalu, mengurbankan seekor domba tahun ini," kata Rajab.

"Dan siapa pun yang mengurbankan seekor domba tahun lalu, tidak akan mampu membeli apa pun tahun ini."

Baca: Patung Berumur 4.300 Tahun Menyingkap Misteri tentang Firaun Mesir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.