Keluarga Donald Trump Besar, Secret Service AS Krisis Dana

Kompas.com - 22/08/2017, 08:30 WIB
Foto yang diambil pada 16 Juni 2017 ini memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikelilingi petugas Secret Service berseragam, saat tiba di Marine One, Washington, DC.
 AFP/SAUL LOEBFoto yang diambil pada 16 Juni 2017 ini memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikelilingi petugas Secret Service berseragam, saat tiba di Marine One, Washington, DC.
EditorGlori K. Wadrianto

WASHINGTON, KOMPAS.com - Lembaga Secret Service Amerika Serikat mengaku menghadapi krisis dalam memenuhi pembayaran lembur untuk agen. 

Sebab, awak dalam lembagai itu harus bekerja keras tak hanya melindungi Presiden Donald Trump, tapi juga sekian banyak rumah, dan keluarga besarnya.

Randolph "Tex" Ailes, Kepala Secret Service AS, Senin (22/8/2017), mengatakan pengeluaran untuk 1.100 agen akan melebihi prafon untuk tahun fiskal ini. 

Pengeluaran itu tak hanya untuk membayar gaji, tapi yang juga menjadi beban adalah upah lembur karena beban kerja yang bertambah.


Dengan rencana kedatangan 150 kepala negara asing yang akan menghadiri sidang Majelis Umum PBB di New York bulan depan, kerja agen dalam lembaga itu pun akan kembali bertambah. 

"Masalah ini bukan masalah yang bisa dikaitkan dengan persyaratan perlindungan pemerintah saat ini saja."

"Namun telah menjadi isu yang terus berlanjut selama hampir satu dekade karena peningkatan tempo operasional secara keseluruhan," kata Ailes dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.

Selama menjabat sebagai Presiden AS, Trump telah melakukan perjalanan hampir setiap akhir pekan ke propertinya di Florida, New Jersey, dan Virginia.

Secret Service juga memberikan perlindungan bagi anak-anak dewasa presiden dalam perjalanan bisnis dan liburan mereka.

Secara keseluruhan, 42 orang di dalam pemerintahan Trump mendapat perlindungan Secret Service, termasuk 18 anggota keluarganya.

"Presiden memiliki keluarga besar, dan tanggung jawab kami diwajibkan oleh hukum," kata Ailes kepada USA Today.

"Saya tidak bisa mengubahnya, saya tidak memiliki fleksibilitas."

Ailes, yang mencari lebih banyak dana dari Kongres, mengatakan, dia sedang dalam tahap negosiasi dengan anggota parlemen untuk menaikkan gaji dan upah lembur.

Harapannya biaya gaji dan upah lembur yang saat ini 160.000 dollar AS per tahun, bisa menjadi 187.000 dollar AS, untuk setidaknya sisa masa jabatan Trump.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X