Pendaki Jepang Kirim Pesan Darurat dari Puncak Mont Blanc - Kompas.com

Pendaki Jepang Kirim Pesan Darurat dari Puncak Mont Blanc

Kompas.com - 11/08/2017, 13:00 WIB
Mont-Blanc terlihat dari Emosson, Swis.PHOTO REUTERS Mont-Blanc terlihat dari Emosson, Swis.

LYON, KOMPAS.com - Seorang pendaki asal Jepang berusia 35 tahun, Kamis (10/8/2017), mengirimkan pesan darurat, karena terjebak dalam cuaca buruk di Mont Blanc, di Perancis.

Pria tersebut dilaporkan masih sempat mengunggah sebuah pesan di media sosial pada hari Rabu waktu setempat.

Dalam pesan itu dia mengaku sedang dalam perjalanan turun dari puncak tertinggi Eropa Barat yang berada di ketinggian 8.810 meter, namun membutuhkan pertolongan.

Diberitakan AFP, helikopter penyelamatan tidak dapat terbang karena visibilitas minim akibat hujan dan cuaca buruk. 

Cuaca buruk tersebut diprediksi akan semakin parah hingga hari Sabtu mendatang. 

Namun, Patrice Ribes, Kepala Dinas Penyelamatan dari kepolisian setempat, mengatakan, pendaki tersebut masih dapat bertahan beberapa hari.

Dia menyebutkan, pendaki itu sudah menemukan tempat berlindung dan memiliki cukup air.

"Begitu kita bisa, kita akan mencarinya," kata Ribes.

Mont Blanc adalah kata dalam Bahasa Perancis yang berarti gunung putih, atau Monte Bianco dalam Bahasa Italia.

Gunung ini pun dikenal sebagai La Dame Blanche (the White Lady), yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpen Eropa, dan menjadi puncak tertinggi di Eropa barat.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

Gerindra Anggap Kubu Jokowi Kesulitan Mencari Figur Cawapres

Nasional
Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

Bermodus Hipnotis, WNA Curi Uang Rumah Makan di Fatmawati

Megapolitan
Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

Intelijen Inggris Gunakan Anak Jadi Mata-mata

Internasional
Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute 'Torch Relay' Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

Trotoar hingga Gorong-gorong di Rute "Torch Relay" Asian Games di Jaksel Masih Harus Dibenahi

Megapolitan
Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

Patahan Jarum Suntik Tertinggal di Paha Bayi Usia 1,5 Bulan

Internasional
Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

Tangan Anak 4 Tahun Terjepit di Pembuangan Air Kolam Renang

Megapolitan
Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

Hilang 4 Hari, Pelajar SMP Ditemukan Tewas Dibegal Teman Sendiri

Regional
Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

Video Kali Item Dekat Wisma Atlet Kemayoran Ditutupi Kain Jaring Hitam

Megapolitan
Eks Koruptor Nekat 'Nyaleg', MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Eks Koruptor Nekat "Nyaleg", MA Diminta Prioritaskan Gugatan PKPU

Nasional
Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Simulasi Bus Atlet Asian Games dari Wisma Atlet-Pondok Indah, Ini Waktu Tempuhnya

Megapolitan
Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

Golkar Siapkan Pengganti Pimpinan Komisi VII yang Ditangkap KPK

Nasional
Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

Saat Jokowi Sapa Cak Imin hingga Tiga Kali...

Nasional
Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

Polisi Akan Periksa Kontraktor dan Konsultan Proyek Rehabilitasi Sekolah di DKI

Megapolitan
Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

Parpol Mestinya Miliki Political Will untuk Jaga Marwah dan Integritas Partai

Nasional
Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak 'Fair'

Gubernur DKI: Ada Kasus Warga Merasakan Kenaikan PBB Dua Kali Lipat, Itu Tidak "Fair"

Megapolitan

Close Ads X