Kompas.com - 07/07/2017, 14:42 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir 100 pelaku kekerasan seks terhadap anak-anak dari Australia telah mencoba memasuki wilayah Indonesia, di sepanjang tahun 2017 ini.

Pejabat imigrasi Indonesia mengungkapkan, 92 dari 485 orang asing yang dilarang memasuki Indonesia tahun ini adalah pelanggar seks anak-anak di Australia.

Indonesia, dan khususnya Bali, telah lama menarik perhatian pedofil asal Australia.

Warga Victoria, Robert Andrew Fiddes Ellis tahun lalu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara setelah dia melakukan pelecehan seksual terhadap 11 anak perempuan.

Vonis tersebut menjadi hukuman terberat yang pernah dikenakan untuk kejahatan jenis ini di Bali.

Pria berusia 70 tahun itu bersikeras bahwa dia tidak pantas dipenjara karena kejahatannya bukan hal yang serius, dan dia membayar anak-anak itu dengan "murah hati".

Pada tahun 2014, Indonesia mengalahkan Thailand, Filipina, dan Malaysia untuk menjadi negara tujuan nomor satu bagi wisatawan seks Australia. Sebagian besar dimulai di Bali.

Catatan ini membuka jalan bagi kesepakatan antara Indonesia dan Australia di pada akhir tahun 2014.

Otoritas Indonesia akan menolak masuknya para pelanggar seks yang terdaftar berdasarkan informasi dari Polisi Federal Australia.

Pada bulan Mei tahun ini, Pemerintahan Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengumumkan, paspor dari 20.000-an orang yang namanya terdaftar dalam National Child Offender Register akan dibatalkan.  

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.