Kompas.com - 04/07/2017, 16:09 WIB
EditorPascal S Bin Saju

DOHA, KOMPAS.com - Negara-negara yang dipimpin Arab Saudi, yang telah memutus hubungan dan memberlakukan tuntutan ketat kepada Qatar adalah "negara-negara penindas" (bully states) yang “secara historis bisa menyebabkan perang," kata sejumlah pengacara Qatar.

Situs berita The News, Selasa (4/7/2017) menyebutkan, dalam sebuah pernyataannya para pengacara tersebut juga meminta masyarakat internasional untuk mengecam tindakan kelompok negara tersebut, yang menurut mereka ilegal.

"Ke-13 tuntutan, ultimatum, dan tindakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir yang menargetkan Qatar adalah penghinaan hukum dan kehormatan internasional," kata pernyataan Desmond de Silva dan Rodney Dixon, pengacara papan atas yang dipakai mewakili Doha.

Baca: Arab Saudi dan Sekutunya Siap Ajukan Tuntutan ke Qatar

"Semua tuntutan itu mengarah kepada tindakan ekstrem dan hukuman negara-negara 'penindas’ yang secara historis memicu perang,"  demikian pernyataan pengacara tersebut.

"Taktik ini dirancang untuk secara agresif memaksa Qatar masuk ke posisi yang mustahil,  yang harus dikecam oleh masyarakat internasional."

Pernyataan Desmond de Silva dan Rodney Dixon itu menambahkan bahwa 13 tuntutan Arab Saudi dan sekutunya merupakan "pelanggaran serius" terhadap hukum internasional dan mengatakan bahwa krisis hanya dapat diselesaikan melalui mediasi dan negosiasi.

Baca: Qatar Sebut 13 Tuntutan Arab Saudi Tak Masuk Akal

Pernyataan mereka dikeluarkan pada hari yang sama saat Qatar secara resmi membalas daftar tuntutan tersebut setelah empat negara sepakat untuk memberikan Doha perpajangan waktu 48 jam untuk merespons tenggat waktu tersebut.

Di dalam 13 tuntutan yang diajukan Arab Saudi dan sekutunya, termasuk penutupan stasiun penyiaran Al Jazeera, pangkalan militer Turki di Qatar, dan mengurangi hubungannya dengan Iran. Doha menantangnya dan mengklaim bahwa tuntutan tersebut sengaja "dibuat untuk ditolak".

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Isi UU IKN
Isi UU IKN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.