Kompas.com - 15/06/2017, 14:13 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

MARAWI, KOMPAS.com - Adam Harvey, wartawan televisi Australia tertembak di leher saat bertugas di daerah konflik Marawi, di Filipina selatan.

Beruntung, nyawa Harvey selamat dan dia tak mengalami luka parah. 

Reporter yang bekerja untuk Australian Broadcasting Corporation ini menulis kata "lucky" di akun Twitter-nya.

Di samping kata "lucky" itu terpasang foto sinar-X yang menunjukkan peluru yang tertancap di leher, dekat dengan tulang punggungnya.

"Terima kasih semuanya, saya baik-baik saja. Peluru masih ada di leher saya, tapi tidak mengenai organ yang penting," tulis dia lagi.

Harvey ditembak di Marawi, sebuah kota dengan penduduk mayoritas Muslim, di Filipina berpenduduk mayoritas Katolik. 

Sejak tiga pekan terakhir, pecah konflik bersenjata di kawasan itu, yang melibatkan pasukan militer AS dengan kelompok teroris yang mengaku bagian dari Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Saat kejadian itu, harvey sedang berada di dalam sebuah kawasan di mana wartawan lokal dan asing berkumpul. 

Informasi itu disampaikan Jurubicara Komite Manajemen Krisis Pemerintah Filipina, Zia Alonto Adiong, kepada AFP, Kamis (15/6/2017).

Meskipun kawasan itu diamankan oleh pasukan militer, namun lokasinya hanya sekitar dua kilometer dari kantong kota yang dikendalikan oleh para teroris.

"Saya ingin memohon kepada semua orang, Anda harus sangat berhati-hati karena dalam penilaian kami di sekitar kamp militer, tetap berada dalam garis pandang musuh,"

Demikian kata Jurubicara militer setempat, Letnan Kolonel Jo- Herrera usai insiden penembakan tersebut. 

Menurut Adiong, Harvey lalu dilarikan ke kota terdekat, Iligan untuk perawatan medis.

Berdasarkan data terakhir, sedikitnya 26 warga sipil dan 58 pasukan keamanan tewas dalam konflik tersebut.

Tercatat pula, ada lebih dari 200 teroris yang sudah terbunuh dalam pertempuran ini. 

Kota berpenduduk 200.000 jiwa itu kini telah ditinggalkan oleh penghuninya. Warga melarikan diri ke kota-kota terdekat. 

Namun demikian, ratusan warga sipil masih terjebak di daerah yang dikuasai militan. Mereka lalu digunakan sebagai tameng dan juga diperlakukan sebagai budak. 

Baca: Selain Bunuh, Teroris ISIS di Marawi Jadikan Warga sebagai Budak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.