Menanti Sahur, Warga Muslim Selamatkan Penghuni Menara Grenfell

Kompas.com - 15/06/2017, 06:08 WIB
Gedung apartemen berlantai 27 yang terbakar di London ini dibangun pada 1974. Natalie OXFORD / AFP Gedung apartemen berlantai 27 yang terbakar di London ini dibangun pada 1974.
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - Warga Muslim penghuni apartemen Menara Grenfell, London yang terbakar menyelamatkan para tetangga.

Mereka yang tengah santap sahur ketika api mulai membara, langsung berlari dan menggedor pintu penghuni lainnya.

Waktu subuh di London pada Rabu (14/6/2017) jatuh pada pukul 02.40 dini hari dan banyak pemukim Muslim di rumah susun itu masih terjaga menunggu sahur saat kebakaran terjadi.

Hingga Rabu petang waktu setempat, setidaknya 12 orang meninggal dunia akibat kebakaran besar ini dan polisi memperkirakan jumlah korban akan bertambah.

Para petugas pemadam kebakaran menyelamatkan sejumlah orang dan masih berusaha memadamkan api sampai Rabu sore waktu setempat atau 12 jam setelah kebakaran terjadi.

"Anak-anak Muslim berlarian menggedor pintu warga, membangunkan kami ... mereka datang dari masjid. Kalau bukan atas bantuan mereka, penghuni pasti meninggal," kata seorang warga kepada Huffington Post.

"Ini karena Ramadhan ... terima kasih Ramadhan," tambah seorang perempuan setengah baya.

Baca: KBRI London Imbau WNI Tetap Waspada Pasca-Kebakaran Gedung

Ia mengatakan banyak yang mengecam komunitas Muslim ketika muncul insiden berlatarkan terorisme.

"Tapi ketika mereka melakukan kebaikan seperti ini, tak ada yang memberi perhatian," kata penghuni Grenfell Tower lainnya.

Saksi mata mengatakan kepada Sky News warga Muslim yang terjaga untuk sahur adalah penyelamat warga yang berhasil diungsikan dari Menara Grenfell.

Sementara seorang pemukim lain mengatakan mereka memang menanti sahur dan masih terjaga saat kebakaran terjadi di lantai dua gedung tersebut.

Khalid Suleman Ahmed (20) yang baru-baru ini pindah ke rumah susun tersebut bersama bibinya tinggal di lantai delapan.

"Tidak ada alarm yang berbunyi. Saya tengah bermain PlayStation untuk menunggu sahur dan mencium asap. Saya bangun dan melihat asap di lantai tujuh," kata Suleman kepada HuffPost UK.

"Saya bangunkan bibi saya, dan mulai menggedor pintu tetangga. Semua pintu dibuka dan hanya dua, namun saya kemudian melihat satu tetangga saya, jadi hanya ada satu keluarga yang tak terlihat. Tetangga sebelah tertidur pulas," tambah dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X