Kompas.com - 24/05/2017, 10:08 WIB
EditorErvan Hardoko

Namun, kelompok pengkritik Duterte khawatir status darurat militer ini akan digunakan sebagai pembenaran untuk menerapkan pemerintahan otoriter.

Baca: Kelompok Bersenjata Mirip ISIS Serang Sebuah Kota di Filipina

Politikus oposisi sekaligus ketua Partai Liberal Senator Francis Pangilinan khawatir, pemberlakukan darurat militer bisa berujung pada kekerasan militer dan pembunuhan ekstrajudisial seperti di masa pemerintahan Marcos.

"Pengalaman pahit saat hidup di bawah darurat militer di masa kediktatoran Marcos seharusnya menjadi pengingat bahwa sebagai warga negara kita harus tetap waspada," ujar Pangilinan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.