Kompas.com - 28/04/2017, 10:25 WIB
Kandidat presiden Perancis putaran kedua pada 7 Mei 2017 akan diikuti Marine Le Pen (kiri) dan Emmanuel Macron (kanan).
AFPKandidat presiden Perancis putaran kedua pada 7 Mei 2017 akan diikuti Marine Le Pen (kiri) dan Emmanuel Macron (kanan).
EditorGlori K. Wadrianto

PARIS, KOMPAS.com - Calon Presiden Perancis Emmanuel Macron tetap menjadi favorit untuk memenangi kursi Presiden dalam pemilihan putaran II yang akan digelar 7 Mei mendatang.

Berdasarkan hasil survei terakhir yang dilakukan Harris Interactive, yang dirilis Kamis (27/4/2017), terlihat Macron berada di puncak. 

Dia memimpin raihan suara dengan 61 persen, unggul signifikan dari saingannya, Marine Le Pen yang meraih 39 persen.

Seperti dikutip dari Reuters, hasil yang diperoleh dalam survei ini selaras dengan sejumlah survei lainnya.

Survei-survei tersebut secara konsisten menunjukkan hasil bahwa politisi berusia 39 tahun tersebut selalu mendapatkan suara sekitar 60 persen.

Kendati demikian, tren pasti yang jelas terlihat dalam survei ini adalah Le Pen berhasil meningkatkan sedikit perolehan suaranya dari rentang 35-36 persen, hingga mendekati 40 persen.

Baca: Presiden Hollande Minta Warga Perancis Tak Pilih Le Pen, Mengapa?

Setelah lolos ke putaran dua, Macron mendapat sejumlah kritikan yang menilainya terlalu berpuas diri, dan sudah merasa telah terpilih sebagai Presiden Perancis.

Kritikan dimulai dari perayaan kemenangan di putaran pertama yang dinilai terlalu berlebihan. 

Dia dinilai tidak fokus untuk mengalahkan Le Pen, yang mewakili ideologi kanan-jauh yang anti imigran dan anti Islam.

Mantan mentor politiknya yang juga Presiden Prancis Francois Hollande secara implisit menyentil Macron.

“Kita harus benar-benar serius dan termobolisasi, saya rasa pilpres belum berakhir dan kita harus terus bertarung untuk setiap suara,” ucap Hollande.

Baca: Simak, 5 Fakta Menarik tentang Emmanuel Macron

Sementara, Le Pen memanfaatkan momentum ini untuk terus menyerang mantan Menteri Ekonomi itu.

“Rakyat Perancis dapat melihat bahwa dia berpikir dia sudah memenangkan kontes ini, ini sikap yang tidak respek terhadap pemilih dan demokrasi,” ungkap Le Pen.

Namun, seperti dikutip dari laman Straits Times, Macron membantah anggapan itu dan menegaskan bahwa kemenangan belum diraih.

Macron, politisi beraliran centris tetap menjadi favorit kuat untuk menang.

Hal ini didukung oleh faktor bahwa lawannya adalah seorang “ekstremis” yang akan kesulitan untuk meraih dukungan dari pemilih mainstream beraliran sosialis dan konservatif.

Tetapi, sejumlah pengamat politik menilai masih tingginya jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan.

Lalu, ada kemungkinan banyak pemilih yang sebelumnya memilih tidak menggunakan hak suara, bakal berpotensi menghadirkan kejutan berupa kemenangan Le Pen.

Kemenangan di bawah 55 persen dinilai berpotensi akan menggoyahkan legitimasi Macron, walaupun dia terpilih menjadi Presiden.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.