Pemerintah Chechnya Dituding Menahan dan Menyiksa Kaum LGBT

Kompas.com - 12/04/2017, 12:40 WIB
Pemimpin Rusia Ramzan Kadyrov. TelegraphPemimpin Rusia Ramzan Kadyrov.
EditorErvan Hardoko

GROZNY, KOMPAS.com - Organisasi HAM Human Right Watch (HRW) meyakini, pemerintah Chechnya menahan dan menyiksa puluhan kaum gay di sebuah fasilitas ilegal.

"Kami menerima informasi kredibel bahwa fasilitas Argun digunakan sebagai pusat penahanan para LGBT dan orang-orang lain yang ditahan pasukan keamanan Chechnya," ujar Tanya Lokshina, peneliti senior HRW di Moskwa.

Argun adalah sebuah bekas pangkalan militer yang berjarak sekitar 19 kilometer dari ibu kota Grozny.

Fasilitas itu juga digunakan untuk menahan para pengedar narkoba dan pengikut aliran Salafi yang kerap dituduh pemerintah Chechnya terlibat dalam aksi terorisme.

Rincian masalah ini muncul setelah harian terbitan Rusia, Novaya Gazeta memublikasikan laporan yang menyebut pemerintah Chechnya menggelar "pembersihan" mereka yang dianggap gay.

Pemerintah Chechnya tentu saja membantah laporan yang dimuat harian Novaya Gazeta tersebut.

"Anda tak bisa menahan atau menindas orang-orang yang memang tak pernah eksis di republik ini," kata Alvi Karimov, juru bicara kepresidenan Chechnya kepada kantor berita Interfax.

"Jika orang-orang semacam itu ada di Chechnya, maka penegak hukum tak perlu khawatir karena keluarga akan mengirimkan mereka ke suatu tempat yang membuat mereka tak akan bisa pulang," tambah Karimov.

Namun, serangkaian laporan yang diterima berbagai organisasi nonpemerintah dan media independen Rusia menunjukkan adanya kampanye sistematis terhadap kelompok gay.

Kampanye sistematis itu berupa intimidasi, penahanan, pemukulan, penyiksaan hingga mempermalukan secara fisik.

Salah seorang mantan tahanan di fasilitas Argun yang tak mau disebut identitasnya itu kepada jaringan LGBT Rusia mengatakan, dia menyaksikan penyiksaan masal terhadap mereka yang diduga homoseksual di ruang kerja komandan.

Bekas tahanan lain mengatakan dia dipukuli dan diminta untuk menunjukkan atau memberikan nama para tersangka yang diduga homoseksual.

Pemerintah Chechnya, terutama di bawah kepemimpinan Ramzan Kadyrov, kerap dikritik karena menggunakan penyiksaan, penghilangan paksa, dan pembunuhan di luar hukum untuk mengatasi musuh pemerintah.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Telegraph
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Kasus Infeksi Baru Virus Corona di China Menurun di Saat Kasus Internasional Meningkat

Internasional
Muncul 142 Kasus Baru, Korban Infeksi Virus Corona Korea Selatan Capai 346 Orang

Muncul 142 Kasus Baru, Korban Infeksi Virus Corona Korea Selatan Capai 346 Orang

Internasional
Rafaat Maglad, Korban Penusukan di Masjid Center London Mengaku Telah Memaafkan Penusuknya

Rafaat Maglad, Korban Penusukan di Masjid Center London Mengaku Telah Memaafkan Penusuknya

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (1): Badan Saya Mulai Hangat, Saya Panik

Kisah Korban Selamat Virus Corona (1): Badan Saya Mulai Hangat, Saya Panik

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X