Hari Ini dalam Sejarah: Awal Genosida di Rwanda

Kompas.com - 07/04/2017, 18:15 WIB
Konvoi kendaraan militer AS membawa air bersih untuk pengungsi Rwanda di kamp Kimbumba, Zaire pada Agustus 1994. US Army Africa Historical Image Archive/WikipediaKonvoi kendaraan militer AS membawa air bersih untuk pengungsi Rwanda di kamp Kimbumba, Zaire pada Agustus 1994.
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Tepat hari ini pada 1994, angkatan bersenjata Rwanda membunuh 10 prajurit pasukan penjaga keamanan PBB asal Belgia.

Pembunuhan ini merupakan upaya untuk mencegah intervensi internsional dalam mencegah genosida yang dimulai beberapa jam sebelumnya.

Hanya dalam waktu sekitar tiga bulan, para ekstremis Hutu yang mengendalikan Rwanda, secara brutal membantai 500.000 hingga 1 juta warga sipil etnis Tutsi dan Hutu moderat.

Genosida di Rwanda ini merupakan episode pembersihan etnis terburuk sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Akar dari genosida Rwanda ini bisa diurut balik ke awal 1990-an, ketika Presiden Juvenal Habyarimana, seorang Hutu, mulai menggunakan retorika anti-Tutsi untuk menggalang dukungan dari etnis Hutu.

Pada Oktober 1990, terjadi sejumlah pembantaian terhadap beberapa ratus warga etnis Tutsi.

Meski secara fisik kedua suku ini amat mirip, menggunakan bahasa, dan budaya yang sama selama berabad-abad, tetapi undang-undang mengharuskan regstrasi warga berdasarkan kelompok etnis.

Pemerintah dan tentara kemudian membentuk milisa yang disebut Interahamwe atau bisa diartikan "mereka yang menyerang bersamaan".

Milisi inilah yang kemudian yang mempersiapkan pembersihan etnis Tutsi dengan cara mempersenjatai warga Hutu dengan senjata api dan parang.

Pada Januari 1994, akhirnya pasukan PBB di Rwanda diperingatkan bahwa pembantaian besar-besaran segera terjadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Sumber History
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X