Kompas.com - 07/04/2017, 18:15 WIB
Konvoi kendaraan militer AS membawa air bersih untuk pengungsi Rwanda di kamp Kimbumba, Zaire pada Agustus 1994. US Army Africa Historical Image Archive/WikipediaKonvoi kendaraan militer AS membawa air bersih untuk pengungsi Rwanda di kamp Kimbumba, Zaire pada Agustus 1994.
EditorErvan Hardoko

Pada 6 April 1996, Presiden Habyarimana tewas saat pesawat yang ditumpanginya ditembak jatuh.

Tak diketahui apakah penembak adalahh Front Patriotik Rwanda (RPF), milisi Tutsi yang berada di luar negeri saat itu, atau para ekstremis Hutu untuk memicu pembantaian massal.

Beberapa jam setelah kematian Presiden Habyarimana, para ekstremis Hutu dan militer yang dipimpin Kolonel Theoneste Bagosora langsung beraksi membunuhi warga Tutsi dan Hutu moderat.

Para prajurit penjaga perdamaian Belgia dibunuh sehari kemudian dan menjadi alasan bagi PBB untuk menarik mundur pasukannya dari Rwanda.

Tak lama kemudian, stasiun-stasiun radio di Rwanda menyiarkan ajakan bagi warga Hutu untuk membunuhi warga Tutsi.

Tentara dan kepolisian kemudian mengarahkan pembunuhan itu, bahkan mengancam warga Hutu yang tak mau terlibat dalam kebiadaban tersebut.

Ribuan orang suku Tutsi tewas dibunuh tetangga, kawan, dan kenalan mereka sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kengerian yang terjadi di Rwanda sungguh tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Meski demikian komunitas internasional, termasuk AS, ragu untuk bertindak.

Mereka malah menyebut pembantaian itu hanya sebuah kekacauan di tengah perang antarsuku. Presiden Bill Clinton kemudian mengakui kegagalan pemerintahannya menghentikan genosida tersebut.

Kini nasib Rwanda tergantung pada RPF pimpinan Paul Kagame untuk memulai sebuah kampanye militer untuk menguasai Rwanda dan menghentikan genosida.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber History
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.