Kompas.com - 30/01/2017, 17:02 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Salah satu kasus terburuk dialami seorang ulama sufi. Anaknya dan empat pengikutnya, yang ditemukan tewas dengan luka sayat pada tiap-tiap leher korban di rumah mereka di Dhaka.

Negara berpenduduk 160 juta jiwa, dengan mayoritas adalah Muslim, sebenarnya telah pulih dari gelombang serangan terhadap orang asing, aktivis hak-hak, dan anggota minoritas agama.

Kelompok garis keras yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Al Qaeda telah mengklaim bertanggung jawab atas kekerasan mematikan terhadap pemimpin sufi.

Pemerintahan sekuler Perdana Menteri Sheikh Hasina telah menuding kelompok militan lokal sebagai pihak yang bertanggung jawab dan mengabaikan keterlibatan ISIS dan Al Qaeda.

Pasukan keamanan telah melancarkan perang terhadap kelompok ekstremis menyusul serangan mematikan di sebuah kafe pada Juli 2016 yang menewaskan 22 orang, termasuk warga asing.

Sejak kejadian pada Juli lalu itu, setidaknya aparat keamanan telah membunuh sekitar 50 ekstremis, termasuk pemimpin Jamayetul Mujahideen Bangladesh (JMB), sebuah kelompok lokal yang didirikan oleh para anggota militan yang dilatih oleh kelompok militan Afganistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.