Havana Puji Langkah Obama Akhiri "Wet Foot-Dry Foot Policy"

Kompas.com - 13/01/2017, 08:35 WIB
Kapal pesiar AS Adonia saat merapat di Pelabuhan Havana, Kuba, Senin (2/5/2016) AP Photo/Ramon Espinosa)Kapal pesiar AS Adonia saat merapat di Pelabuhan Havana, Kuba, Senin (2/5/2016)
EditorGlori K. Wadrianto

HAVANA, KOMPAS.com - Pemerintah Kuba, menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk mengakhiri kebijakan imigrasi bagi imigran asal Kuba di AS.

Havana, melalui siaran di jaringan televisi milik pemerintah, seperti dikutip AFP, menyebut, kebijakan tersebut sebagai langkah penting dalam membuka kerjasama kedua negara.

"Kesepakatan ini menyingkirkan sebuah kebijakan yang dikenal dengan sebutan 'wet foot-dry foot policy'," demikian bunyi pernyataan resmi pihak Kuba, Kamis, atau Jumat WIB (13/1/2017).

'Wet foot-dry foot policy' adalah sebutan yang diberikan menyusul revisi Cuban Adjustment Act 1966, pada tahun 1995.

Kebijakan itu menyebut, siapa pun yang melarikan diri dari Kuba dan memasuki wilayah AS akan diizinkan untuk mengejar status penduduk legal setelah satu tahun. 

Diberitakan sebelumnya, di penghujung masa jabatannya Barack Obama mengakhiri kebijakan berumur 20 tahun itu.

Baca: Di Ujung Masa Jabatan, Obama Akhiri Kebijakan Bebas Visa bagi Warga Kuba

Sebagai balasannya, Havana sepakat untuk menerima kembali warga Kuba yang memilih kembali ke kampung halaman mereka, atau karena dideportasi oleh Pemerintah AS.

BBC melansir,banyak warga Kuba di AS mengatakan, Pemerintah AS sedang menguntungkan rezim Kuba.

Padahal, rezim di Kuba telah gagal untuk mengatasi masalah hak asasi manusia.

Di sisi lain, Presiden Obama sedang mencoba untuk melanjutkan pencairan hubungan AS dan Kuba, di hari-hari terakhir jabatannya.

"Dengan perubahan ini, kami akan terus menyambut warga Kuba seperti kita menyambut imigran dari negara-negara lain, sesuai dengan hukum kita," kata Obama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X