Kompas.com - 19/09/2016, 12:07 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte membaca daftar tersangka pengedar narkotika saat menberikan pengarahan kepada pasukan khusus Filipina di kamp San Miguel, provinsi Bulacan, sebelah utara Manila. TED ALJIBE / AFPPresiden Filipina Rodrigo Duterte membaca daftar tersangka pengedar narkotika saat menberikan pengarahan kepada pasukan khusus Filipina di kamp San Miguel, provinsi Bulacan, sebelah utara Manila.
EditorErvan Hardoko

DAVAO, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte merencanakan untuk memperpanjang perang melawan narkoba selama enam bulan.

Dia beralasan terlalu banyak orang yang terlibat dalam bisnis narkotika dan dia tak bisa membunuh mereka semua.

"Saya tak menyadari sebegitu parah dan seriusnya kejahatan narkoba di republik ini hingga saya menjadi presiden," kata Duterte kepada jurnalis di Davao, Minggu (18/9/2016) malam.

Operasi anti-narkoba yang sudah digelar selama ini, kata Duterte, seperti mengeluarkan "cacing dari dalam sarangnya", sehingga dia menginginkan waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

"Bahkan jika saya ingin, saya tak bisa membunuh mereka semua karena laporan terakhir akan sangat tebal," ujar Duterte merujuk pada daftar terbaru para terduga bandar narkoba yang disusun kepolisian.

Sejauh ini, polisi mengatakan telah menewaskan 1.105 terduga pengedar narkoba selama hampir tiga bulan Duterte berkuasa.

Sementara, 2.035 orang lainnya tewas dibunuh orang tak dikenal, yang oleh pada aktivis HAM adalah sebuah praktik main hakim sendiri yang didorong seruan Duterte agar warga tak ragu membunuh para pengedar narkotika.

Perang melawan narkotika yang sudah menewaskan ribuan orang ini mengundang banyak kritik termasuk dari PBB, parlemen Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Namun, Duterte mengabaikan semua kritik itu bahkan tak jarang mengumbar caci maki termasuk terhadap Presiden AS Barack Obama yang dinilainya mencampuri urusan dalam negeri Filipina.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X