Davao, Tanah Kelahiran Duterte

Kompas.com - 08/09/2016, 17:57 WIB
Kantor Walikota Davao City. KARIM RASLANKantor Walikota Davao City.
EditorTri Wahono

Kota Davao tak sekadar tanah kelahiran Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Baginya, Davao adalah pentasnya, pencapaian politiknya, dan seperti yang digambarkan blogger asal Davao, Carlos Munda dari MindaVote bahwa seperti kisah Superman, Davao adalah "Fortress of Solitude" Duterte.

Duterte telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menghidupkan kembali kawasan Mindanao di Selatan Filipina. Bahkan terkadang susah untuk memisahkan mitos tentang dia membawa senjata dan mengendarai taksi di tengah kota dari realita Davao.

Malam, pada 2 September 2016, sebuah bom meledak di Pasar Malam Roxas yang populer di Davao. Bom yang diduga diledakkan kelompok teroris Abu Sayyaf ini menewaskan empat belas warga sipil dan melukai sekitar tujuh puluh dua warga. Serangan bom jelas untuk menantang keberhasilan kota yang telah dicapai selama ini.

Namun bom ini juga terbaca sebagai sebuah serangan langsung terhadap “hukum dan ketertiban” yang dibangun Duterte demi melancarkan ambisinya mendorong pembangunan di luar Manila.

Dengan sederetan kios penjual baju bekas, penjaja gorengan, dan sebuah kedai es krim yang populer, Mang Danny, Pasar Malam Roxas adalah simbol yang menawarkan suasana dan kondisi masyarakat yang tenang dan damai, tanpa ada perlawanan.

Baru-baru ini, saya menjumpai Bonifacio Tan, Presiden Kamar Dagang Davao City yang mengungkapkan pendapatnya terhadap Duterte. “Pendekatan Duterte sangat pragmatis dalam menjalankan roda ekonomi. Anda perlu menjaga stabilitas kedamaian dan ketertiban tatanan masyarakat terlebih dahulu. Niscaya yang lain-lainnya akan menyusul kemudian.”

Semenjak memegang jabatan Wali Kota Davao sejak 1988, tidak ada yang meragukan keberhasilan Duterte dalam menata budaya warga sipil yang kuat di kotanya. Kedisiplinan yang dibangun ini terasa kontradiktif dengan kenyataan yang ada di kota lain di Filipina.

Misalnya, lewat regulasi yang menuai kontroversi, seperti larangan merokok dan minum minuman keras di area publik. Termasuk juga mengenai peraturan anti-jual beli dan narkoba, serta pembunuhan di luar jalur hukum yang sangat populer dikenal masyarakat di penjuru kota.

Kebijakan tersebut memang berperan dalam kesuksesannya menembus Malacanang setelah berhasil dengan gaya kampanye gerilyanya yang luar biasa pada pemilu presiden kemarin.
Di salah satu kawasan termiskin, saya menjumpai seorang sesepuh daerah, Mang Remy, yang berusia tujuh puluh satu tahun. Dia seorang pengagum Rodrigo Duterte.

Kepada saya dia bertutur, “Davao City saat ini penuh kedamaian. Padahal sebelumnya sangat semrawut. Saya ingat pernah berbincang dengan Walikota Duterte sebelum dia terpilih menjadi Presiden dan dia berkata ’Pare (Saudaraku), saya akan mengubah sistem’. Dari pernyataan itu, saya sangat yakin bahwa Walikota Duterte mampu melakukan perubahan yang sama untuk seluruh Filipina.”

Selain dari taktik kontroversialnya yang mengemuka, penekanan Duterte ada pada keamanan untuk meningkatkan kepercayaan publik dan investor. Hal ini mendorong pada pembaruan perkotaan, efisiensi administrasi, dan pembangunan infrastruktur yang telah dinikmati Davao selama beberapa dekade terakhir.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X