Bekas Perekrut Al Qaeda Kini Bekerja di Universitas George Washington

Kompas.com - 01/09/2016, 11:53 WIB
Jesse Morton mantan anggota Al-Qaeda yang kini dipekerjakan Universitas George Washington, AS. IndependentJesse Morton mantan anggota Al-Qaeda yang kini dipekerjakan Universitas George Washington, AS.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pria yang pernah menjadi perekrut anggota baru Al-Qaeda kini bekerja sebagai peneliti di Universitas George Washington, AS.

Jesse Morton alias Younus Abdullah Muhammad, pernah sangat membenci AS dan mengancam  pembuat acara televisi South Park karena menampilkan wajah Nabi Muhammad.

Namun, Jesse bekerja di Universitas George Washington untuk menulis dan melakukan riset soal kontra-terorisme.

Seamus Hughes, wakil direktur program pengkajian ekstremisme untuk  pusat keamanan siber dan dalam negeri di universitas tersebut, mengatakan, Jesse Morton akan memberikan perspektif unik bagi lembaganya.

"Kami belum mengetahui cara mendekati individu yang jatuh dalam radikalisasi. Jesse pernah berada di dunia itu dan memahaminya," ujar Hughes.

Hughes menambahkan, dia membicarakan masalah Jesse Morton dengan FBI, petinggi keamanan dan jaksa yang menuntutnya. Semua sumber itu memastikan Jesse sudah berubah.

Jesse lahir di Pennsylvania dan pernah menjadi anggota paduan suara anak-anak di gereja Baptis tempat neneknya beribadah.

Masa kecilnya penuh dengan perlakukan keras keluarganya, pernah ditangkap dua kali dalam kasus narkoba dan mulai mencari kelompok-kelompok radikal.

Saat dia dipenjara di Virginia, dia bertemua dengan seorang narapidana ekstremis dan saat itulah proses radikalisasi Jesse dimulai.

Pada 2008, Jesse ikut mendirikan organisasi "Revolusi Muslim". Setahun berikutnya dia mendukung serangan di Fort Hood, Texas yang menewaskan 13 orang.

Di saat yang sama, Jesse menuntut ilmu di Universitas Columbia dan meraih gelar master dalam bidang hubungan internasional.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X