Kompas.com - 22/06/2016, 21:16 WIB
Jemaat dalam pembukaan Sidang 145 dari Sinode untuk Keuskupan Guyana di Katedral St. George , Perusahaan Path, Georgetown . demerarawavesJemaat dalam pembukaan Sidang 145 dari Sinode untuk Keuskupan Guyana di Katedral St. George , Perusahaan Path, Georgetown .
EditorGlori K. Wadrianto

GEORGETOWN, KOMPAS.com - Sebuah Keuskupan Anglikan di Guyana yang mewakili tiga negara kecil di Amerika Selatan menerobos tradisi lokal dengan membuka peluang bagi kaum perempuan ditahbiskan sebagai imam.

Pihak keuskupan Guyana, Selasa (21/6/2016) memastikan bahwa kaum perempuan di Guyana, Suriname dan French Guiana layak untuk menjadi imam.

Seperti diberitakan Associated Press, keputusan ini muncul setelah proses lobi selama bertahun-tahun oleh kaum perempuan di lingkungan gereja tersebut.

Para pemimpin agama yang ambil bagian dalam sebuah sedang sinode yang berlangsung dua hari di Guyana, akhirnya menyepakati terobosan itu, Senin lalu.

Anglikan merupakan salah satu denominasi gereja di dunia. Meskipun menganggap diri sebagai bagian dari reformasi gereja, namun gereja Anglikan juga bersifat seperti gereja Katolik, -meski tidak sama dengan Gereja Katolik Roma.

Gereja ini banyak memegang keyakinan teologis yang relatif konservatif. Hal ini tercermin dari bentuk liturgi yang biasanya tradisional.

Susunan organisasinya pun mencerminkan keyakinan akan pentingnya hirarki keuskupan yang historis dalam bentuk uskup agung, uskup, dan keuskupan.

Salah satu yang ciri yang semula ada di aliran Anglikan adalah imam yang selalu dipegang oleh laki-laki, dan tertutup jalan bagi perempuan untuk berada di posisi itu.

Di Amerika selatan, khususnya di tiga negara kecil tadi, aliran Anglikan dan juga Katolik Roma telah mulai kehilangan kekuatan penginjilannya, selama beberapa dekade terakhir.

Lusinan wanita dari komunitas Anglikan lain di dunia pun kemudian ditahbiskan menjadi imam dan uskup.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X