Kompas.com - 23/05/2016, 15:06 WIB
EditorErvan Hardoko

HANOI, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama, Senin (23/5/2016), menyatakan embargo penjualan senjata ke Vietnam sepenuhnya dicabut.

Pernyataan ini sekaligus mengakhir embargo selama berpuluh tahun terhadap negeri yang pernah menjadi musuh AS itu.

"AS mencabut semua embargo penjualan ke Vietnam yang sudah berlaku selama sekitar 50 tahun," kata Obama dalam jumpa pers bersama Presiden Vietnam, Tran Dai Quang.

Kedua negara yang dulu bermusuhan ini, kini sama-sama khawatir dengan menuver China di kawasan sengketa Laut China Selatan.

Namun, Obama menekankan, pencabutan embargo ini bukan karena kedua negara sama-sama khawatir dengan klaim China terhadap Laut China Selatan.

"Keputusan ini bukan disebabkan oleh China, tetapi karena keinginan kami untuk mengakhiri sebuah proses panjang menuju normalisasi hubungan dengan Vietnam," ujar Obama.

"Di tahap ini, kedua pihak telah mengembangkan level saling percaya dan kerjasama termasuk dalam hal militer," tambah Obama.

Pencabutan embargo penjualan senjata yang sudah berlaku sejak masa Perang Dingin itu disambut hangat Presiden Tan Qai Druang.

Kunjungan tiga hari Obama di Vietnam terjadi 41 tahun setelah pasukan Vietnam Utara (NVA) dan Viet Cong menyerbu Saigon dan mengalahkan negara adikuasa itu.

Pencabutan embargo senjata ini merupakan simbol sebuah pergeseran relasi antara kedua negara yang terlibat sebuah perang brutal pada satu generasi lalu.

AS mencoba semakin mendekati negara-negara Asia pasifik dalam sebuah langkah strategis selain karena potensi ekonominya namun juga untuk mengimbangi pengaruh China.

Riset yang dilakukan Institut Perdamaian Internasional Stockholm mengatakan, anggaran belanja Vietnam terus meningkat hingga 130 persen dalam satu dekade terakhir.

Sayangnya, sebagian besar persenjataan militer Vietnam adalah buatan Uni Soviet yang kini semakin tua usianya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.