Kompas.com - 18/05/2016, 21:12 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman mengecam kontes kartun di Teheran, Iran yang menggambarkan tentang tragedi Holocaust.

Jerman memandang kontes tersebut hanya menabur kebencian dan memperdalam perpecahan di Timur Tengah.

Holocaust atau yang juga dikenal dengan sebutan the Shoah, adalah peristiwa genosida yang dilakukan Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler, yang membunuh sekitar enam juta warga Yahudi.

Seperti diberitakan Associated Press, acara di Iran itu diprakarsai oleh sebuah organisasi non-pemerintah yang didukung oleh kelompok garis keras di Iran.

Dalam sebuah kontes serupa di tahun 2006, Presiden Mahmoud Ahmadinejad memberikan sokongannya. Dia pun menyebut holocaust hanya sebatas mitos.

Terkait kontes yang berlangsung di Iran ini, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Jerman Martin Schaefer, Rabu (18/5/2016), menyebutkan, pembunuhan enam juta warga Yahudi itu membuat Jerman menanggung rasa bersalah dan harus bertanggung jawab.

Schaefer mengungkapkan, Menlu Frank-Walter Steinmeier sudah membuat penjelasan dalam kunjungannya ke Teheran, Februari silam.

Menurut Menlu, peristiwa itu adalah kejadian yang sangat disesali dan semua pihak harus beranjak ke masa depan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel pun melontarkan kecaman serupa atas kontes ini. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.