Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria Muslim Uighur yang Diadili di Thailand: Saya Bukan Binatang

Kompas.com - 17/05/2016, 19:47 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com — Salah satu dari dua pria Muslim beretnis Uighur, China, yang dituduh terlibat dalam serangan bom mematikan di Thailand tahun lalu, diadili di Bangkok, Selasa (17/5/2016).

Pria itu bernama Adem Karadag. Dua puluh orang tewas dan lebih dari 120 orang terluka akibat bom di Kuil Erawan, Bangkok, yang dipadati turis pada 17 Agustus itu.

Lima dari korban tewas itu berasal dari China, dan dua orang dari Hongkong. Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab ketika itu.

Pakar, diplomat, dan bahkan beberapa pejabat di Bangkok menduga, serangan itu terkait dengan simpatisan minoritas Uighur di China barat.

Pelaku tampaknya marah karena pemerintahan junta Thailand telah mendeportasi lebih dari 100 warga Uighur ke China sebulan sebelum serangan bom.

Namun, polisi Thailand mengatakan, para penyerang merupakan anggota jaringan perdagangan orang dari Muslim Uighur.  

Mereka marah karena Thailand menangkap para pelaku perdagangan.

Polisi telah menangkap dua tersangka, Yusufu Mieraili dan Adem Karadag, warga etnis Uighur. Polisi juga telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap 15 orang lainnya.

Karadag dan Mieraili telah menyangkal semua tuduhan terhadap mereka.

"Saya bukan binatang," kata Karadag, yang rambutnya terlihat dipotong pendek.

Ia diborgol dan tak mengenakan alas kaki ketika lewat di depan wartawan pada Selasa (17/5/2016) saat digiring menuju pengadilan militer di Bangkok.

"Saya manusia, saya manusia," ujar Karadag.

Di dalam ruang sidang pengadilan, Karadag yang menangis itu menyingkap kemejanya.

Karadag memperlihatkan bagian tubuhnya yang memar, dan mengatakan melalui seorang penerjemah bahwa ia telah dipukuli dua kali bulan ini di tahanan.

Hakim mengatakan, ia akan menyelidiki, serta akan mempertimbangkan keluhan itu dan permintaan dari pengacara Karadag untuk pindah.

Pengacara Karadag, Schoochart Kanpai, mengatakan sebelumnya, kliennya telah disiksa supaya mengakui perbuatannya.

Mieraili, yang tampil di pengadilan sebagai saksi meringankan, membantah semua tuduhan yang diajukan terhadap mereka.

"Kami tidak bersalah. Bantu kami, bantu kami, di mana hak asasi manusia?" kata Mieraili ketika muncul dari sebuah mobil polisi di luar gedung pengadilan.

Tim pengacara menyatakan, lebih dari 250 saksi dapat dipanggil untuk didengarkan.

Kanpai berharap, sidang akan berakhir pada akhir 2016, tetapi bisa saja berlanjut hingga tahun depan.

Polisi menyatakan bahwa Karadag tertangkap kamera CCTV ketika berada di Kuil Erawan.

Menurut polisi, terdakwa duduk di bangku dan meletakkan sebuah ransel besar sebelum menghilang. Sesaat kemudian, ledakan terjadi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com