Pemakaman dan Pernikahan Dilarang Selama Kongres Partai Berkuasa di Korea Utara

Kompas.com - 04/05/2016, 15:40 WIB
Kim Jong Un   KCNA/ReutersKim Jong Un
|
EditorPascal S Bin Saju

PYONGYANG, KOMPAS.com – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un,  melarang warga untuk melakukan upacara pemakaman dan pernikahan selama kongres partai berkuasa berjalan.

Juga tidak boleh ada perjalanan masuk dan keluar Pyongyang, ibu kota negara komunis itu karena alasan keamanan menjelang kongres Partai Pekerja, yang dimulai pada 6 Mei ini.

Harian The Independent, Rabu (4/5/2016) mengutip Daily NK, mengatakan, siapa saja yang ditangkap sebelum kongres ke-7 Partai Pekerja itu akan dianggap sebagai penjahat politik

Aparat dari Kementerian Keamanan Rakyat melakukan patroli keliling dan pemeriksaan secara acak tidak hanya di rumah rakyat biasa, tetapi juga di kamar-kamar hotel di Pyongynag.

Petugas akan memeriksa surat-surat keterangan tentang intentitas untuk memastikan kongres langkah yang pertama dalam 36 tahun itu benar-benar aman.

Patroli aparat keamanan ittu telah “Menciptakan suasana hari demi hari yang menakutkan,” tambah sumber di Provinsi Pyongyang Selatan.

Warga telah diperintahkan untuk menata ibu kota Pyongyang menjadi tempat yang aman dan indah bagi kongres Partai Pekerja.

Korut belum pernah mengadakan kongres untuk partai berkuasa itu sejak 1980, ketika ayah Jong Un, yakni Kim Jong Il, secara resmi dikukuhkan sebagai penerus bapa pendiri bangsa, Kim Il Sung.

Jong Un, pemimpin muda berusia 33 tahun, diharapkan untuk lebih memantapkan kekuasaannya lewat kongres ini.

Ribuan delegasi diperkirakan akan menghadiri kongres yang mungkin akan dilaksanakan selama eempat atau lima hari.

Selama itu pula tidak boleh ada penguburan, upacara perkabungan, jika terjadi kematian. Begitu juga dengan pesta pernikahan dilarang dilaksanakan di seluruh wilayah Pyongyang.

Hal yang dikhawatirkan bahwa menjelang atau pada saat pembukaan kongres, Korut akan melakukan uji nuklir kelima  untuk menegaskan eksistensinya sebagai negara dengan senjata nuklir berbahaya di kawasan.

“Saya yakin negara kita akan menjadi lebih hidup setelah kongres partai demi membangun bangsa menjadi lebih sejahtera dan kuat secara ekonomis," kata Menteri Luar Negeri Korut, Ri Su-yong, seperti disampaikan Ibtimes, Rabu ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.