Kompas.com - 27/04/2016, 17:26 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

ANKARA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menjamin, rancangan konstitusi Turki akan tetap memegang sekularisme dan kebebasan warga negaranya dalam hal agama dan iman.

Hal ini diungkapkan Davutoglu dalam pidatonya di Ankara, yang disiarkan jaringan televisi di negeri itu, seperti dikutip Kantor Berita AFP, Rabu (27/4/2016).

Penegasan ini diberikan Perdana Menteri menyusul munculnya semacam tuntutan terkait piagam agama dari negara dengan mayoritas Muslim tersebut. Kondisi itu sempat memicu kontroversi di Turki. 

"Sekularisme akan tampil di dalam konstitusi baru yang kami susun. Sekularisme akan tetap menjadi prinsip yang menjamin kebebasan warga negara dari agama dan iman," kata Davutoglu.

"Dengan konstitusi ini, maka jarak antara negara dan semua kelompok agama akan tetap sama," kata Davutoglu lagi.

Baca: Presiden Erdogan Tegaskan Turki Tetap Negara Sekuler

Sebelumnya, Presiden Turki Tayyip Erdogan, Selasa (26/4/2016), mengatakan, negara yang dipimpinnya seharusnya memiliki jarak yang sama dari semua agama.

Pernyataan ini disampaikan Erdogan menyusul sebuah seruan dari Ketua Parlemen Turki untuk membuat konstitusi baru yang akan menyingkirkan konsep sekularisme.

Erdogan, dalam lawatannya ke Zagreb, Kroasia, menambahkan, Ketua Parlemen Ismail Kahraman menyampaikan pandangan pribadi ketika ia mengatakan bahwa Turki memerlukan sebuah konstitusi agama.

Proposal tersebut tak sejalan dengan prinsip-prinsip mendirikan Republik Turki, yang meski mayoritas penduduknya Muslim, mereka tetap merupakan sebuah negara sekuler.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.