Kurator Museum Polandia Klaim Temukan Harta Jarahan Nazi Bernilai Rp 6,6 Triliun - Kompas.com

Kurator Museum Polandia Klaim Temukan Harta Jarahan Nazi Bernilai Rp 6,6 Triliun

Kompas.com - 22/04/2016, 21:47 WIB
Mirror Kompleks bunker di Mamerki, Polandia tempat harta jarahan Nazi yang hilang itu diklaim telah ditemukan.

WARSAWA, KOMPAS.com - Seorang kurator museum mengklaim tanpa sengaja menemukan Kamar Amber yang hilang dicuri pasukan Nazi Jerman saat menyerang Rusia pada Perang Dunia II.

Kamar Amber adalah sebuah kamar yang dihiasi panel-panel amber yang dilengkapi daun-daun emas dan cermin. Kamar ini berada di Istana Katerina dekat St Petersburg, Rusia.

Kamar Amber dibangun pada abad ke-18 namun hilang dalam Perang Dunia II dan dibuat ulang pada 2003. Sebelum hilang, Kamar Amber dianggap sebagai keajaiban dunia kedelapan.

Adalah Bartolomiej Plebanczyk yang mengklaim telah mendapatkan harta karun yang hilang itu saat dia menemukan ruangan bawah tanah di sebuah kompleks terowongan dan bunker Nazi.

Di dalam ruang bawah tanah itu, Bartolomiej yakin bisa menampung barang jarahan Nazi dalam jumlah sangat besar, termasuk Kamar Amber yang dicuri dari Istana Katherine, lebih dari 70 tahun lalu.

Kamar Amber, yang diperkirakan para pakar bernilai 350 juta poundsterling atau sekitar Rp 6,6 triliun, merupakan sebuah dekorasi interior yang dibuat dari amber, batu mulia, dan emas untuk Tsar Rusia.

Sejak hilang dijarah Nazi, Kamar Amber menjadi satu dari dua misteri terbesar yang tersisa dari Perang Dunia II.

Mirror Kamar Amber yang hilang.

Bartolomiej, kurator Museum Marmeki Polandia, kini mencari izin untuk mengebor ruang bawah tanah yang baru ditemukan itu sehingga dia bisa memasukkan kamera video untuk memeriksa isi ruangan tersebut.

Area yang hendak diselidiki itu diduga terdiri atas sebuah bangunan rahasia yang dibangun pada 1950-an. Keberadaan tempat itu disinggung Komandan Nazi Prusia Timur Erich Koch saat dipenjara usai perang berakhir.

"Saat itu para penjinak ranjau datang dan meledakkan pondasi bunker ini secara acak namun tak menemukan sesuatu," kata Bartolomiej kepada media setempat.

"Namun saya menggunakan radar yang bisa menembus tanah, sehingga saya bisa menemukan harta karun itu. Kami harus mengebor ke dalam ruangan dan memasukkan kamera ke dalamnya," tambah dia.

Distrik Danau Mazrian, Polandia adalah salah satu tempat di mana kompleks bunker dan barak Nazi masih ada dan terawat dengan baik.

Antara 1940-1944 sebanyak 250 bangunan di tempat itu menampung 40 jenderal Nazi serta 1.500 orang perwira dan prajurit.

Tempat ini selamat dari kehancuran karena pasukan Jerman mundur karena dikejar pasukan Uni Soviet tak punya waktu untuk menghancurkan tempat tersebut.

Di masa jayanya, kompleks ini dianggap sebagai sebuah benteng yang tak bisa ditembus dan digunakan sebagai tempat penampungan barang jarahan Nazi.


EditorErvan Hardoko

Close Ads X