Pemerintah Austria Berencana Sita Rumah Tempat Kelahiran Hitler

Kompas.com - 11/04/2016, 18:29 WIB
Rumah kelahiran Adolf Hitler di kota Braunau am Inn, Austria. JOE KLAMAR / APA / AFPRumah kelahiran Adolf Hitler di kota Braunau am Inn, Austria.
EditorErvan Hardoko

VIENNA, KOMPAS.com - Pemerintah Austria, akhir pekan lalu mengatakan, berkeinginan untuk menyita rumah kelahiran Adolf Hitler dari pemiliknya saat ini.

Upaya ini adalah untuk menghentikan pertarungan hukum yang panjang sekaligus mencegah rumah itu menjadi lokasi ziarah para anggota kelompok Neo Nazi.

"Kami saat ini sedang mempertimbangkan untuk membuat undang-undang yang akan memaksa perubahan kepemilikan dan menyerahkan properti itu ke Republik Austria," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Karl-Heinz Grundboeck.

"Setelah beberapa tahun kami menyimpulkan bahwa penyitaan adalah satu-satunya cara untuk menghindari bangunan itu digunakan para simpatisan Nazi," tambah Grundboeck.

Tentu saja, lanjut Grundboeck, jika pemerintah menyita bangunan itu maka pemiliknya saat ini akan mendapatkan kompensasi yang pantas.

Bangunan yang terdapat di kota Braunau am Inn, di wilayah utara Austria itu dalam kondisi kosong sejak 2011, sejak pemerintah dan pemilik gedung Gerlinde Pommer terlibat sengketa hukum.

Keluarga Gerlinde sudah lebih dari 100 tahun menjadi pemilik sah bangunan tempat Hitler dilahirkan pada 20 April 1889 itu.

Pada awal 1970-an, pemerintah Austria menandatangani perjanjian penyewaan dengan Gerlinde dan mengubah tempat itu menjadi pusat untuk warga disabilitas.

Namun, kesepakatan itu berakhir setelah lima tahun lalu Gerlinde tanpa diduga tak memberi izin kepada pemerintah untuk merenovasi gedung itu.

Gerlinde juga menolak tawaran dari Kementerian Dalam Negeri Austria yang berniat membeli bangunan kuno itu.

Masalah ini kemudian menjadi sumber perdebatan hangat bagi 17.000 penduduk kota kecil Braunau am Inn.
 
Sebagian dari mereka ingin bangunan itu digunakan untuk menampung pengungsi, sebagian lainnya ingin bangunan tersebut dijadikan museum untuk mengenang pembebasan Austria.

Bahkan sebagian kalangan menyerukan untuk menghancurkan bangunan itu. Namun, karena bangunan ini termasuk peninggalan sejarah maka keberadaan bangunan itu dilindungi pemerintah.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X