Kompas.com - 03/04/2016, 19:47 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

PARIS, KOMPAS.com –  Para pramugrai pesawat Air France yang segera melayani rute Paris, Perancis, dan Teheran , Iran, menolak kewajiban memakai kerudung, jilbab, atau cadar. Kewajiban itu dilihat sebagai bentuk penghinaan terhadap mereka.

Para pramugari atau perempuan awak kabin telah diwajibkan untuk menutup rambutnya saat mereka akan mendarat di Teheran. Serikat pekerja maskapai Perancis  menolaknya.

Air France dijadwalkan terbang tiga kali seminggu antara Paris- Teheran sejak 17 April, setelah setelah delapan tahun putus.

Normalisasi layanan itu terjadi menyusul mencairnya hubungan sejak Iran setuju atas tuntutan negara besar, termasuk Perancis, mengurangi program nuklirnya.

Serikat pekerja Air France menuntut manajemen agar pemakaian penutup kepala bagi para perempuan awak kabin tidak besifat wajib, melainkan sukarela. Jika pemakaian jilbab diwajibkan, para pramugrari akan mogok terbang.

Perempuan Iran telah diwajibkan oleh hukum negara itu untuk menutup rambut mereka atau siap mereka akan didenda jika tidak mengenakan kerudung, jilbab, atau cadar. Peraturan itu berlaku sejak Revolusi Islam tahun 1979.

Berbeda dengan Perancis, sebuah negara sekuler yang menghargai kebebasan individu.  Penggunakan simbol-simbol agama tidak dilarang, tetapi tidak mengharuskan warganya untuk mengenakannya. Hukum gereja dan negara telah dipisahkan sejak tahun 1905.

Wanita Perancis menilai kewajiban memakai jilbab,  atau kerudung wanita Muslim umumnya, sebagai penghinaan terhadap martabat mereka. Jilbab dilarang di sekolah-sekolah negeri dan kantor di Perancis. Pemakaian cadar di ruang publik dinyatakan ilegal.

Flore Arrighi, Ketua Union des Navigants de l’Aviation Civile (UNAC) atau Serikat Awak Penerbangan Perancis , mengatakan, yang dipersoalkan serikat  bukan soal “pemakaian jilbab di Iran”. Namun, keharusan untuk memakai jilbab bagi pramugrari itulah yang jadi soal.

"Bukan tugas kami untuk memberikan penilaian soal pemakaian jilbab atau cadar di Iran. Apa yang kami cela adalah hal itu mau dibuat wajib. Pramugari harus diberikan hak untuk menolak penerbangan ini, " kata Arrighi. Ia mengatakan,  staf perempuan memiliki kebebasan individu.

Bagi maskapai penerbangan Perancis yang sakit secara finansial melihat normalnya penerbangan ke Teheran sebagai pengembangan bisnis yang "sangat baik". Para staf maskapai diwajibkan untuk mematuhi aturan Iran.

"Toleransi dan menghormati adat istiadat dari negara-negara yang kami layani adalah bagian dari nilai-nilai perusahaan kami," kata juru bicara Air France.

Air France menyatakan, hukum Perancis memungkinkan "pembatasan kebebasan individu" jika "dibenarkan oleh sifat tugas yang harus dicapai."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.