Kompas.com - 15/01/2016, 21:30 WIB
EditorFarid Assifa
NEW YORK, KOMPAS.com — Seorang dokter di New York, Amerika Serikat, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasien.

Pelaku, dr David Newman, dokter emergensi di Mount Sinai Hospital di New York, dituding melakukan masturbasi di atas wajah pasien perempuan saat korban sedang tidak berdaya.

Mirror Online, Kamis (14/1/2016), melaporkan, gadis berusia 22 tahun itu mengaku awalnya mengeluhkan sakit di bahu kanannya pada Senin (11/1/2016) lalu.

Kemudian dia mendatangi Rumah Sakit Mount Sinai di New York pada pukul 10.30 waktu setempat.

Dia kemudian ditemui dua perawat di ruang pemeriksaan, lalu diberi morfin.

Korban lalu diminta melepaskan baju dan bra untuk diperiksa bahunya dengan sinar x.

Beberapa saat kemudian, dr Newman masuk ruang pemeriksaan tersebut dan memberinya kembali morfin. Korban sempat memprotes karena sebelumnya sudah disuntik morfin oleh dua perawat tadi.

Menurut Daily News, sang pasien mengaku payudaranya dibelai oleh dokter walaupun korban mengeluhkan sakit di bahu kanan.

Korban mengaku tidak bisa bergerak karena sudah diberi morfin. Namun, dia mendengar suara erangan dokter seperti sedang melakukan masturbasi.

Dalam keadaan setengah sadar, dia merasakan wajah dan bahunya basah oleh cairan dan wajahnya terasa diusap dengan sapu tangan oleh sang dokter.

Setelah itu, korban kemudian dibangunkan oleh seorang perawat dan dokter lain, dr Andrew Jagoda.

Korban kemudian pergi ke kamar mandi untuk melihat wajahnya di cermin. Dia kaget ternyata cairan di wajahnya adalah sperma.

Gadis tersebut kemudian melaporkan dugaan pelecehan seksual kepada dr Andrew dan pihak rumah sakit.

Selain itu, korban juga melaporkan perilaku dr Newman ke kepolisian setempat. Polisi langsung melakukan penyelidikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber The Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.