Kompas.com - 12/10/2015, 20:38 WIB
EditorFarid Assifa
KOMPAS.com — Konflik di Suriah bisa menyulut perang dunia ketiga. Hal itu didasari pengamatan atas ketegangan internasional yang berpusat di Suriah.

Ketika pasukan yang dipimpin Amerika Serikat mengumumkan, mereka telah melakukan 24 serangan ke kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) bahwa Rusia mengklaim sudah melancarkan 55 pukulan ke kelompok tersebut, dan Presiden Vladimir Putin menganggap serangan AS tak membuahkan hasil.

Namun, sejumlah kelompok pemberontak di Suriah mengklaim bahwa serangan udara Moskwa yang dibarengi serangan darat dari pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad menyasar juga ke kelompok yang tak berhubungan dengan ISIS, termasuk pejuang yang dilatih AS.

Sementara itu, langit Suriah menjadi sangat ramai. Para komandan militer khawatir bentrokan kapal tempur, helikopter, drone, rudal, dan artileri kian meningkat dan bisa berdampak global.

Seorang pengamat militer memperingatkan bahwa sangat tidak mungkin menjelaskan secara logis mengenai kondisi lalu lintas udara yang demikian rumit tersebut.

"Sejumlah arus lalu lintas militer di udara memunculkan kekhawatiran yang nyata. Sebuah pesawat akan ditembak jatuh akibat kesalahpahaman yang bisa menimbulkan bencana. Itu berarti kita kemungkinan menghadapi detik-detik eskalasi yang membawa kita pada ambang peperangan."

Beberapa pesawat AS di atas langit Suriah telah meninggalkan target, dan bahkan bertaruh nyawa demi menghindari jet-jet Rusia. Gambar radar mengejutkan dari Komando Pusat AS di Qatar menunjukkan seberapa dekat jet F-16 milik AS dengan pesawat tempur Rusia, Su-34, di atas udara Suriah.

Komandan serangan udara AS, Letnan Jenderal Charles Brown, menyatakan, pesawat AS dan Rusia berada dalam jarak 20 mil (32,18 km). Dalam 20 detik, mereka bisa saling menyerang.

Sementara itu, kapal induk China, Lianoning, sudah mangkal di lepas pantai Suriah, dan siap meluncurkan pesawat tempur J-15 untuk melakukan serangan udara. China sendiri diketahui sebagai sekutu Rusia.

Pengamat negara Rusia dari Komunitas Henry Jackson, Dr Andrew Foxall, dikutip The Mirror online mengatakan, sebuah kesalahan sasaran bisa mengarah pada "insiden diplomatik berproporsi bencana".

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber The Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.